-->

Siswi SMP Dirudapaksa Ayah dan Abang Kandung, Pencabulan Sejak 2018

harian9 author photo



DELI SERDANG|H9

Seorang siswi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirudapaksa oleh ayah dan abang kandungnya. Pencabulan itu dilakukan mereka sejak tahun 2018. 

Pemerkosaan secara gerombolan ini dilakukan para pelaku terhadap korban di Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. 

Kini, kedua pelaku sudah diamankan Polresta Deli Serdang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIK melalui Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus SIK, membenarkan penangkapan para pelaku pemerkosaan secara gerombolan. 

"Iya, benar. Kedua pelaku yang diamankan masing-masing AM (55) dan MI (16). Keduanya diamankan di tempat tinggal mereka," ujar Kompol Muhammad Firdaus, Jumat (8/1/2021).

Firdaus mengungkapkan, terungkapnya kasus pencabulan ini dari pengakuan korban kepada teman dekat bernama Rahmad Akbar. 

"Dia (DSN) menceritakan kepada saksi bahwa dirinya telah disetubuhi oleh ayah dan abang. Mendengar hal itu, Rahmad Akbar memberitahukan ke ibu kandung korban, Juliatik," ungkap mantan Kanit Ekonomi Polrestabes Medan ini. 

Setelah itu, lanjut Firdaus menerangkan, ibu korban yang mengetahui hal dimaksud menayakan langsung kepada korban. 

"Saat ditanya oleh ibunya korban mengaku bahwa telah dicabuli oleh ayah dan abang," sambung Firdaus. 

Atas kejadian tersebut, sebut Firdaus ibu korban merasa keberatan lalu melaporkan ke Polresta Deli Serdang. 

"Menindaklanjuti laporannya, Unit PPA dengan penyelidikan dilapangan berhasil mengendus keberadaan kedua pelaku berada di rumah. Oleh karenanya, tanpa membuang waktu dilakukan penangkapan. Selanjutnya diboyong ke Polresta Deli Serdang guna pemeriksaan lanjutan," sebut mantan Kanit Bunuh Culik (Buncil) Subdit III/Jatanras Polda Sumut ini. 

Dari hasil pemeriksaan, kata Firdaus pelaku AM bersanggama terhadap korban sebanyak 20 kali. 

"Sedangkan pelaku IM menikmati tubuh adiknya 5 kali. Mereka melakukan pencabulan sejak tahun 2018 sampai dengan 2020. Saat ini, kasusnya masih didalami guna mengetahui motif para pelaku memperkosa," pungkas Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006 ini.WD-40

Komentar Anda

Berita Terkini