-->

Walikota Lantik Pengurus BAZDA Kota Padangsidimpuan Masa Bhakti 2019-2024

HARIAN9 author photo


PADANGSIDIMPUAN| H9
Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH, melantik pengurus Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kota Padangsidimpuan masa bakti 2019-2024, di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Jum'at (22/1/2021).

Pelantikan pengurus BAZDA Kota Padangsidimpuan yang dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, bersadarkan Keputusan Walikota Padangsidimpuan No.510/KPTS/2020 tentang pembina dan pimpinan BAZDA Kota Padangsidimpuan Periode 2019-2024.

Adapun struktur kepengurusan BAZDA Kota Padangsidimpuan masa bakti 2019-2024 yakni, Dewan Pembina Walikota, Ketua DPRD, Kakan Kemenag, Ketua MUI dan Sekda Kota Padangsidimpuan. Sedangkan untuk struktur organisasi diketuai H.Zainal Arifin Tampubolon, Wakil Ketua I H.Marasati Ritonga, Wakil ketua II Dra.Suryati Sannita Nasution dan Wakil Ketua III Drs.Ali Musa Siregar.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH dalam sambutannya meminta kepada pengurus yang baru dilantik untuk mampu mengemban amanah sebaik-baiknya, karena tugas dari pelaksana BAZDA Kota Padangsidimpuan di antaranya menyelenggarakan tugas administratif dan teknis pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah.

“ Hal ini katanya, sangat sesuai dengan tujuan pembangunan bidang agama, yaitu meningkatkan peran serta umat beragama dalam pembangunan nasional, terlebih bagi bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, “ ujar Walikota.

Ia menyampaikan, zakat pada hakikatnya adalah ibadah yang membentuk karakter manusia yang unggul. Yaitu akan meningkatkan etos kerja, etika kerja, serta akan meningkatkan kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan intelektual.

“ Ibadah zakat akan terasa lebih nikmat dilakukan jika pendekatannya adalah kebutuhan, bukan semata-mata kewajiban. Karena kalau hanya pendekatan kewajiban saja yang menjadi tolak ukur, maka akan terasa berat, “ tandasnya.

Menurutnya, zakat di kalangan umat Islam merupakan salah satu kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, ketika seorang muslim sudah memenuhi syarat untuk wajib zakat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa realitas yang ada masih jauh dari yang diharapkan dan kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang kewajiban zakat itu sendiri. Artinya, mungkin saja seseorang sudah melaksanakan kewajiban zakat, tetapi cara pelaksanaan maupun peruntukannya belum sesuai dengan tuntutan syariat.

Lebih jauh diungkapkan, sesungguhnya tugas ini merupakan tantangan berat namun sangat mulia bagi jajaran pengurus BAZDA. Upaya-upaya yang perlu segera dilakukan adalah memberikan pemahaman guna memaksimalkan peran serta masyarakat dalam melaksanakan kewajiban zakat. Selain itu, konsolidasi internal pengurus BAZDA, sehingga semua bidang dan seluruh personil BAZDA dapat melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal.

“ Oleh sebab itu dipandang perlu membentuk suatu lembaga secara khusus menangani pengelolaan zakat tersebut karena dengan pengelolaan zakat yang baik dan bertanggung jawab, zakat akan menjadi sumber dana yang potensial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ini artinya, kewajiban membayar zakat itu sudah diatur dan disesuaikan, sehingga tidak akan menyulitkan dalam kaitannya dengan kewajiban pajak, “ katanya. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini