Bupati Aceh Tamiang Buka Pelatihan GAP Bagi Para Petani

HARIAN9 author photo


 ACEH TAMIANG| H9
Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn buka pelatihan praktek budidaya tanaman kelapa sawit yang Baik (Good Agricultural Practices – GAP), kegiatan berlangsung di lapangan sepak bola Dusun Suka Maju, Kampung Tenggulun Kecamatan Tenggulun pada Rabu (24/02/2021). 

Bupati Aceh Tamiang dalam arahannya mengatakan, selaku pimpinan Daerah kami memberikan apresiasi dan menyambut baik pelatihan ini dan diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai penghasil kelapa sawit yang baik, bersih dan memenuhi standar,  terverifikasi atau yang dikenal dengan istilah Verified Sourching Area (VSA) hingga mendapatkan sertifikat ISPO dan RSPO yang diakui dunia,"jelasnya.

"Untuk mewujudkan Daerah penghasil sawit yang terverifikasi, kondisi lahan perkebunan masyarakat, bahan tanaman, pembenihan, penanaman, pemeliharaan akan dilakukan verifikasi. Sehingga kedepannya, para Petani sawit akan diberikan standar harga tinggi akan hasil panennya.

“Setelah petani sawit dinilai kelayakan perkebunannya oleh Unilever dan Unisco, pabrik-pabrik, para agen tidak akan lagi memberikan harga murah kepada para Petani sawit, karena perkebunan kelapa sawit  sudah menghasilkan buah berkualitas unggul. 

Bupati menambahkan, Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) bertanggungjawab mengedukasi petani sawit untuk menghasilkan bibit unggul. Selain itu, keuntungan lain yang didapat dari kegiatan ini ialah tanah-tanah petani yang bersertifikat akan dilegalkan menghindari permasalahan,"ungkapnya.

Kesempatan yang sama
M. Yunus, SP. Panitia dari unsur PUPL dalam laporannya  mengakatakan, pelaksanaan pelatihan ini berdasarkan Undang-undang nomor 39 tahun 2014, untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi Petani dalam membudidayakan kelapa sawit, terbentuknya kelompok tani dan pendampingan terhadap petani kelapa sawit, dan meningkatkan produksi kelapa sawit dengan bibit unggul,"jelasnya.

"Kegiatan Pelatihan bagi Petani Sawit ini akan di laksanakan mulai bulan Februari sampai dengan Juni tahun 2021. Adapun peserta yang ikut dalam acara ini sekitar 500 orang, terdiri dari dua Kecamatan yaitu Kejuruan Muda dan Tenggulun, kegiatan dibagi dalam delapan kelompok  masing-masing  terdiri dari sepuluh orang pembelajaran dilakukan dua kali dalam satu bulan," terang Koordinator Panitia.

Sementara itu, Perwakilan dari Inisiatif Dagang Hijau (IDH) Riswan menyampaikan, ini pertama kalinya kami buat  agar petani dapat bekerja secara berkelompok dan terorganisir dalam budidaya kelapa sawit. Program ini bisa membuat pabrik menerima buah dari petani dengan nilai lebih layak lagi dan dapat menjaga lingkungan hidup,"terangnya.

“Program ini berkolaborasi, untuk meningkatkan ekonomi Petani, namun tidak mengganggu lingkungan sekitar, kita juga mengajak seluruh masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk bergandeng tangan bersama-sama membangun VSA," tegas Riswan.

Usai penyampaian beberapa sambutan, Bupati Aceh Tamiang menyerahkan bibit durian kepada sepuluh orang Ketua Kelompok Tani dan diakhiri dengan penandatangan kesepakatan pelaksanaan program VSA bersama IDH PT. Socfindo dan Forum Konservasi Lauser (FKL). (WD-013) 

Komentar Anda

Berita Terkini