-->

Ngais Rezeki Disungai, Nelayan Ditembak Pemilik Keramba Pakai Senjata

HARIAN9 author photo


 LANGKAT| H9
Seorang warga Padang Tualang warga V Hulu Kecamatan Padang Tualang yang berprofesi keharian sebagai Nelayan Tradisional, mengais rezeki perairan sungai Batang Serang dengan cara menjaring, membubu dan memancing ikan untuk mencari dan melengkapi kebutuhan rumah tangganya.

Tepat hari Jumat (05/02/2021) sekitar pukul 05:00wib Irwandi (37) berangkat dari rumah dengan mengunakan sebuah perahu mengarungi perairan sungai Batang Serangan,dengan tujuan untuk melihat hasil tangkapan pancing ikan bermata banyak yang sudah dipasang olehnya atau yang disebut (Rawe) yang dilletakan dari tepi sungai jarak dua meter ke arah tengah perairan.

Ketika Irwandi melihat pancing Rawe didekat keraba ikan Nila milik Muslim seorang warga Lingkungan II Kampung Pagar Pekan Tanjung Pura Kecamatan Tanjung Pura. Dengan Tiba-tiba pemilik tambak tersebut menyapa sinelayan dengan suara keras berbunyi, "Wow ngapain kau, sambil dia melepas tembakkan kearah nelayan dengan mengunakan senapang Angin laras pendek jarak 50 meter, aku cari ikan bang,jawab nelayan," sambil menarik tali pancing yang sedang tersangkut kayu didalam air.

Mendengar jawaban nelayan tersebut, pemilik keramba tak percaya dengan omongannya dan menuduh Nelayan dengan Ucapan, "Mana ada,pasti kau meracun Udang disungai". Merasa tidak ada bersalah, hingga nelayan berani mendekati pemilik keramba berjarak limas belas meter dan berbicara kepadanya, "sumpah apapun aku tidak pernah meracuni sungai ini, Abang lihat aja perkarangan apa yang aku bawa," sebut Irwandi, Jumat (05/02/2021).

"Enak aja abang nembak aku dan nuduh meracuni sungai,Sebut Irwandi masih menceritakan kejadian pada wartawan.Tak terima dengan ucapanku,Muslim tambah marah dan terdengar bahasa ucapan bermacam binatang dari mulutnya memaki diriku sambil menembaki kembali  senjata diduga Sabgun dengan peluru senapang angin menuju menghujani sampan serta tubuh saya dan mengenai   Pergelangan tangan saya sebelah kanan.

"Disebabkan lokasi tidak aman lagi dan melihat tangan berdarah terkena tembakan peluru, langsung saya mengengkol mesin sampan serta meninggalkan tempat tersebut dan kembali pulang kerumah untuk mengobati luka karena tembakan," ujarnya.

"Setibanya dirumah, karena terasa sakit, saya memberanikan diri mencongkel peluru senapang angin yang sempat bersarang di bagian kepalan dekat jempol sebelah kanan saya didepan istri dan mertua saya,Setelah berhasil mengeluarkan peluru tersebut, Saya langsung pergi ke klinik di temani oleh mertua saya yang bernama Sutirin (59),Menurut keterangan dokter peluru berhasil mengenai tulang jari saya,makanya terasa berdenyut," tandasnya Irwandi kepada wartawan saat berada di Polsek Padang Tualang membuat laporan.(WD012)
Komentar Anda

Berita Terkini