-->

Pahami Risiko Investasi, Sebelum Membeli Saham

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Tertarik berinvestasi di saham? Kayaknya keren banget ya, apalagi jika bisa melipatgandakan dana investasi seperti yang dilakukan para pesohor tanah air. Baru – baru ini, marak bermunculan  influencer yang menayangkan kesuksesan mereka berinvestasi di saham. 

Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah BEI Sumatera Utara, Pintor Nasution bahwa di satu sisi, pengaruh aksi para influencer ini sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan awareness masyarakat akan peluang investasi di pasar modal. 

"Namun perlu diingat bagi para milenial, terutama sebagai calon investor agar sebaiknya tidak serta merta terpengaruh membeli saham atas dasar ikut – ikutan portfolio yang dimiliki para selebritas. Mengapa demikian? Penting untuk diketahui bahwa berinvestasi tidak terlepas dari risiko yang harus dicermati," katanya, Senin (22/2/2021).

Apapun jenis produk investasinya, tidak ada investasi yang tanpa risiko. Semakin tinggi potensi keuntungan, semakin tinggi pula risiko investasi yang mengikuti (high return, high risk), demikian hal sebaliknya.  Risiko dari investasi saham sendiri dapat dikatakan termasuk dalam katagori tinggi. 

"Secara garis besar, beberapa risiko dalam berinvestasi saham dapat dijelaskan dalam 3 (tiga) jenis risiko. Pertama, risiko capital loss, yakni kerugian dari hasil jual/beli saham yang dihitung dari selisih antara nilai jual yang lebih rendah daripada nilai beli saham," ujarnya.

Kedua, risiko Opportunity Loss, yakni kerugian berupa selisih suku bunga deposito dikurangi total hasil yang diperoleh dari investasi, seandainya terjadi penurunan harga dan tidak dibaginya dividen.

"Ketiga, kerugian jika perusahaan dilikuidasi. Likuidasi artinya perusahaan dibubarkan atau ditutup. Jika terjadi likuidasi, aset perusahaan akan dijual dan hasilnya dibagikan untuk membayar utang perusahaan,"ujarnya.

Kesimpulannya, jangan hanya memilih saham karena sekedar ikut – ikutan membeli, tetapi pelajari dan analisa risikonya terlebih dahulu. Dalam menganalisa risiko, pastikan untuk mencari informasi dari sumber terpercaya, bahkan investor dapat bertanya kepada perusahaan sekuritas tempat investor membuka rekening saham.(PP04)


Komentar Anda

Berita Terkini