-->

Pertamina EP Field Rantau Lakukan Penutupan Sumur Ilegal Drilling

HARIAN9 author photo


ACEH TAMIANG| H9
PT.Pertamina EP Field Rantau bersama Tim Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang melakukan peninjauan lapangan di lokasi kegiatan ilegal drilling, hal tersebut dilakukan terkait adanya laporan masyarakat, bahwa sekitar Kampung Bandar Khalifah Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang ada pengeboran minyak oleh masyarakat, demikian rilis yang disampaikan oleh pihak Humas pada kamis (04/02/2021). 

Lebih lanjut Totok Parafianto Field Manager melalui Fandi Prabudi Humas
Pertamina Rantau mengatakan, berdasarkan hasil temuan tersebut dan sesuai instruksi  Bupati Aceh Tamiang serta SKK Migas, maka  dilakukan penertiban sekaligus penutupan aktivitas ilegal Drilling.

"Dimulai dari sosialisasi atau surat pemberitahuan dari Bupati Aceh Tamiang kepada masyarakat, diberitahukan agar warga yang berada di Kampung Bandar Khalifah  tidak lagi melakukan ilegal drilling, namun hal ini belum mendapatkan hasil dan akhirnya kegiatan penutupan pun dilakukan, walau ada sedikit terkendala dilaksanakan, karena adanya wabah covid, sehingga sosialisasi hanya dilakukan melalui aparatur,"katanya. 

"Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada (20/01/2021) tersebut, sebanyak lima titik sumur  ditutup, selain itu beberapa alat perlengkapan tradisional pengeboran juga diamankan dan pada kegiatan itu turut dihadiri oleh unsur TNI juga Polri. Berdasarkan surat
Bupati Aceh Tamiang  nomor : 542/6182 tertanggal 8 Desember 2020 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam katagori pekerjaan berisiko tinggi dan berbahaya serta tidak sesuai dengan kaidah keselamatan pertambangan. 

Lebih lanjut Fandi menerangkan penyampaikan Field Manager PT. Pertamina EP Totok Parafianto, bila kegiatan illegal drilling dibiarkan akan merubah kehidupan tatanan di masyarakat terutama dalam bidang ekonomi dan sosial. Kami menyarankan agar masyarakat lebih mengutamakan bidang pertanian daripada menyewakan tanahnya untuk dibor oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena pertanian merupakan sumber penghasilan yang sustainable bahkan hingga anak cucu nantinya,"tegasnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera bagian utara Haryanto Syafri mengatakan, kami mengapresiasi sinergi antara Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang,TNI dan Polri  dengan PT. Pertamina EP Field Rantau dalam pencegahan kegiatan illegal Drilling, karena  selain membahayakan lingkungan juga membayakan nyawa manusia,"ungkap Fandi menerangkan. (WD-013). 
Komentar Anda

Berita Terkini