-->

Tabrakan dengan Bus, Wajah IRT Bengkak-Bengkak, Anaknya Luka Ringan

HARIAN9 author photo


DELI SERDANG| H9
Wajah Romalina br Girsang (52), ibu rumah tangga (IRT), warga Lingkungan II, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, bengkak-bengkak, setelah kereta yang dikendarainya bertabrakan dengan Bus Isuzu CV BAYU BK 7703 TL yang dikemudian Budi Arianto Ompusunggu (42), warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Kecelakaan itu berlangsung di Km 17-18, Jalan Medan-Tebingtinggi, tepatnya di depan Pabrik Indofood, Dusun III, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Kamis sore (5/2), pukul 16.30 WIB.

Kasat Lantas Polresta Deliserdang, Kompol Sri Lestari Widodo kepada wartawan, Sabtu (6/2), menjelaskan kecelakaan lalulintas (lakalantas) itu berawal ketika Bus Isuzu CV Bayu datang dari Medan menuju Tebingtinggi. Sesampainya di tempat kejadian, sopir bus, Budi Arianto hendak melewati kendaraan di depannya dari sebelah kanan. Di waktu bersamaan, datang korban, Romalina mengendarai kereta Honda Scoopy BK 3116 MBI yang membonceng Yohana Sembiring (42), IRT, warga Lingkungan II, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubukpakam, yang menggendong anak perempuannya yang masih berusia dua tahun, Natasya Dearni br Saragih. 

Brakkk! Tabrakan tak terelakkan. Romalina dan Yohanna serta Natasya, terjatuh ke aspal.

Yohanna dan putrinya, mengalami sejumlah luka ringan. Yohanna mengalami lecet di tangan dan kaki, Natasya memar di kepala. Romalina sedikit lebih parah. Wajahnya bengkak-bengkak, pipinya memar, lecet di mata dan tangan.

Warga yang mengetahui kecelakaan itu, langsung berhamburan ke lokasi. Sebagian membawa ketiga korban ke Klinik Hamidah untuk mendapat perawatan, dan sebagian lagi menahan sopir dan busnya.

Tak lama, Polisi Lalulintas (Polantas) tiba di lokasi, menginterogasi sopir bus, Budi Arianto dan menyita busnya. Menyita kereta Honda Scoopy, dan memintai keterangan korban, Romalina di Rumah Sakit (RS) Grand Medistra. Karena, Romalina dirujuk ke rumah sakit tersebut.

"Penyebabnya, sopir bus saat mendahului kendaraan di depannya terlalu ke kanan. Sehingga, membuat korban yang datang dari arah berlawanan tidak bisa mengendalikan laju keretanya, maka terjadilah tabrakan. Selain itu, memang lokasi kejadian jalannya menikung ke kiri arah ke Tebingtinggi," terang Widodo. WD-40
Komentar Anda

Berita Terkini