-->

Vaksinasi Covid-19 Untuk Nakes Di Kabupaten Paluta Capai 75 Persen

HARIAN9 author photo


PALUTA| H9
Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang sudah menjalani vaksinasi covid-19 untuk dosis pertama masih terus dilaksanakan dan sudah mencapai 75 persen.

"Untuk saat ini sudah ada 75 persen atau sekitar 715 orang  tenaga kesehatan kita yang telah divaksin Covid-19 untuk dosis pertama dari sasaran sebanyak 952 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin MKes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Afrida Henny Simamora, Senin (15/02).

Ia menyampaikan, sasaran vaksinasi Covid-19 yang sudah terdata sesuai dengan aplikasi Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) awalnya sebanyak 1280 Nakes ditambah sejumlah pejabat esensial lingkup Pemkab Paluta. Namun, ada sejumlah tenaga kesehatan yang batal disuntik vaksin dikarenakan beberapa faktor di antaranya penyintas Covid, sedang menyusui, karena hamil atau komorbid.

Sehingga sasaran awal vaksinasi Covid-19 menjadi 952 orang yang terdiri dari Nakes dan pejabat esensial lingkup Pemkab Paluta.

"Awalnya ada 1300 sasaran vaksinasi sesuai dengan jatah vaksin yang kita terima sebanyak 2600 vial. Tapi ada yang batal disuntik karena beberapa faktor persyaratan yang tidak terpenuhi, sasaran awal berkurang jadi 952 orang. Selain batal, juga ada beberapa orang yang ditunda divaksin karena tekanan darah belum normal dan adanya penyakit tertentu. Apabila sudah normal maka tenaga kesehatan itu akan diberikan vaksin," tuturnya.

Namun katanya, Pemerintah secara resmi mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 pada ibu menyusui berdasarkan rujukan pada kajian yang dilakukan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, tertanggal 11 Februari 2021, ibu menyusui kini menjadi kelompok yang diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa pemberian vaksin Covid-19 pada ibu menyusui harus terlebih dahulu dilakukan anamnesa tambahan yakni pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu menyusui. 

“Makanya sesuai surat edaran itu, sasaran vaksinasi kembali seperti awal yakni 1300 orang. Kalau berdasarkan sasaran awal yang itu, vaksinasi kita baru mencapai 55 persen,” tambahnya.

Menurutnya, dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa adapun pemberian vaksinasi harus mengedepankan prinsip kehati-hatian sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah.

Pada kelompok lansia, vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 28 hari. Sementara untuk kelompok komorbid seperti hipertensi, vaksin bisa diberikan dengan syarat tekanan darah di bawah 180/110 mmHG. Pada penderita diabetes, vaksinasi bisa diberikan sepanjang belum ada komplikasi akut, dan bagi penyintas kanker vaksin dapat diberikan dibawah pengawasan medis. Penyintas covid-19 jika sudah dinyatakan sembuh minimal 3 bulan, maka dapat diberikan vaksinasi covid-19 dan bagi Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi.

Menyusul dengan keputusan ini, Kementerian Kesehatan meminta daerah untuk melakukan pengkinian aplikasi PCare dalam rangka fasilitasi pembaharuan skrining dan registrasi ulang pada sasaran tunda. Pos Pelayanan Vaksinasi juga diminta untuk menyediakan kit anafilaksis, serta harus berada dibawah tanggungjawab Puskemas maupun Rumah Sakit setempat.

“Karena itu kita akan kembali melakukan pendistribusian sisa vaksin Covid-19 merk Sinovac ke Puskesmas untuk Nakes yang sebelumnya batal ataupun ditunda untuk divaksin,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk Nakes di kabupaten Paluta masih berjalan dengan baik dan aman serta tidak adanya keluhan ataupun KIPI yang mengkhawatirkan sesuai dengan laporan perkembangan dari seluruh Puskesmas yang menjadi lokasi vaksinasi Covid-19.

Dan pihaknya terus berupaya untuk segera menuntaskan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk Nakes sehingga proses vaksinasi dosis kedua dapat diselesaikan sesuai jadwal paling lambat awal bulan Maret 2021.

“Kalau vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk Nakes dan pejabat esensial sudah selesai dosis pertama dan kedua, kita akan memasuki vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pelayanan publik yang terdiri dari TNI, Polri, guru dan lainnya yang melayani masyarakat,” pungkasnya.(WD-009)
Komentar Anda

Berita Terkini