-->

Sergai

Warga Desa Durin Tonggal Datangi Lokasi Proyek Perumahan USU

HARIAN9 author photo


PANCURBATU| H9
Sejumlah warga Desa Durin Tonggal mendatangi lokasi proyek perumahan Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlokasi di dsn III Desa Durin Tonggal, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang. Selasa (16/2/21). Pasalnya warga Desa Durin Tonggal mengklaim lahan tersebut milik mereka dan meminta agar proyek perumahan dimaksud dihentikan.

Kepala Desa Durin Tonggal Ridou Sinulingga mengatakan pihak kita sudah menyarankan agar kedua belah pihak duduk bersama untuk saling memperlihatkan alas hak masing-masing agar mendapatkan solusi terbaik.

Pertemuan diantara kedua belah yang bersengketa pun akhirnya dilaksanakan di kantor Desa Durin Tonggal, yang difasilitasi oleh Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Dharma, SH dan Danramil-14 Pancur Batu Kapten Inf. Sutomo, Selasa (16/2) siang.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak pun menyampaikan argumennya. Dan pada kesempatan itu, perwakilan dari PT. Limas selaku pengembang proyek perumahan USU bersedia memperlihatkan alas hak surat. Namun, sayangnya masyarakat dari kelompok petani tidak memperlihatkan sertifikat kepemilikan lahan mereka.

Salah seorang warga penggarap Andre mengaku, kalau di lahan yang dijadikan proyek perumahan USU itu ada lahan garapan milik orang tuanya. Dia meminta agar pihak pengembang tidak lagi melanjutkan proyek perumahan, karena dia mengaku kalau di lahan tersebut masih terjadi silang sengketa.

"Kami hanya minta agar persoalan sengketa lahan ini segera dituntaskan, sehingga tidak sampai berlarut-larut. Kalau belum ada keputusan dari Negara, tolong jangan halangi kami untuk bercocok tanam di lahan tersebut," pintanya.

Sementara itu, Jon Princen Sembiring selaku perwakilan dari PT. Limas (pengembang) mengaku, pihaknya melakukan pengerjaan proyek perumahan USU sudah sesuai prosedur. Artinya, pihak pengembang tidak akan berani mengambil resiko menjalankan proyek, jika tidak memiliki keabsahan kepemilikan surat tanah.

"Pihak pengembang melakukan proyek perumahan ini, karena memang telah memiliki alas hak tanah yang sah. Intinya, pihak pengembang tidak akan mungkin berani mengerjakan proyek jika belum memiliki alas hak yang jelas," ujar Jon.

Dan untuk diketahui terangnya lagi, dari sekitar 1200 unit perumahan USU  yang dibangun, seluruhnya sudah ada pemiliknya.

Theo Tambunan dari aliansi masyarakat berantas mafia tanah mengatakan, sebagai sosial kontrol daripada tugas pemerintahan dirinya bertugas hanya ingin membantu masyarakat yang tertindas, khususnya kaum ibu-ibu yang menangis karena lahan yang mereka klaim digarap oleh pihak pengembang perumahan.

 Pada  kesempatan itu, Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Dharma, SH meminta, agar masing-pihak yang bersengketa harus bisa menahan diri.

"Kedatangan kami ke lapangan ini hanya untuk melakukan pengamanan, agar  tidak sampai terjadi pertikaian.

Agenda hari ini sesuai kesepakatan sebelumnya,  masing-masing pihak memperlihatkan surat alas hak, karena kedua belah pihak mengaku ada memiliki surat," terangnya.

Kompol Dedy juga menyarankan agar kiranya terkait masalah tersebut, perlu dilakukan uji materi, sehingga bisa mendapat kekuatan hukum yang tetap.

 "Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan, silahkan tempuh upaya hukum. Kami mohon, jika nantinya pengadilan memutuskan salah satu pihak yang menang atau pemilik sah lahan tersebut, pihak lainnya harus menerima dengan lapang dada," pesan Kompol Dedy.

Usai dilakukannya pertemuan di kantor desa itu, masyarakat penggarap kembali ke lokasi lahan perumahan USU untuk menanam batang ubi.(WM021)

Komentar Anda

Berita Terkini