-->

Aliran Sungai Batang Serangan Digenangi Lumpur, Ikan Peliharaan Syaiful Ludes Habis Bermatian

HARIAN9 author photo


LANGKAT| H9

Dampak dari kejadian Tercemarnya aliran Sungai Batang Serangan dengan datang atau turunnya genangan air Lumpur dan Belerang dari Pegunungan Tangkahan/TNGL di Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Sabtu, (27/03/2021), masih jadi pertanyaan bagi para pemilik keramba ikan. Dugaan musibah tersebut karena alam atau buangan limbah, hingga mereka harus menanggung kerugian yang sangat besar.

Hasil pantauan harian9.com mendatangi salah satu tempat tangkaran ikan, terlihat puluhan ribu ikan peliharaan keramba milik Syaiful (48) warga Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat mengambang timbul bermatian.

Ikan-ikan yang bermatian tersebut bermacam jenis ikan,seperti, Ikan Mas,Ikan Nila Bangkok,Ikan Patin, Gurami,Bawal dan Tawas. Ukuran ikan yang mengapung dikeramba warga ini berbeda-beda.

Menurut keterangan dari pemilik usaha ikan,Semua ikan yang ada dikeramba saya,mulai dari yang kecil sampai yang besar tidak ada yang tersisa,”Sebut,Syaiful yang masih kelihatan kesal atas ludesnya ikan peliharaanya tersebut saat didatangi wartawan awak media ini kelokasi tambaknya, Selasa (30/03/2021).

Kemarin sudah banyak juga yang mati bang,kalau ngak salah ada dua kolam keramba,tapi hari ini semuanya mati tak adalagi yang tersisa,’ungkapnya seraya mengaku belum bisa menghitung kerugian yang dideritanya.

Menurut Syaiful,banjir lumpur kali ini adalah yang terparah. Kalau selama ini setiap banjir lumpur ikan masih bisa diselamatkan,satu hari ngak dikasi makan,besoknya ikanya segar lagi.

Tapi banjir lumpur ini berbeda,ikan tak bisa bernapas karena insangnya dipenuhi lumpur. Kita ngak tau apa yang terjadi dihulu sungai sana hingga menyebabkan banjir lumpur yang begini dahsyatnya.

Bila melihat fenomena ini,dalam satu tahun kedepan kita pasti kesulitan mendapatkan ikan sungai. Bayangkan saja,banjir yang terjadi di sungai Batang Serangan itu menyebabkan sedikitnya 5 ton ikan mati dari berbagai jenis.

Jadi saya rasa,Pemerintah harus turun tangan menyelidiki melalui dinas terkait. Sebenarnya ada apa dihulu sungai sana,kalau disebabkan erosi atau ada tebing yang runtuh sepertinya tidaklah separah ini,”Tandasnya Syaiful.(WD012)

Komentar Anda

Berita Terkini