-->

Berkas Perkara Minerba Dilimpahkan Ke Cabjari Pancurbatu

HARIAN9 author photo


 PANCUR BATU| H9
Berkas perkara Mineral dan Pertambangan (Minerba) dan pencurian atas nama tersangka yang berinisial AEG akhirnya dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Polrestabes Medan ke Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu.

Kacabjari Pancur Batu Dody Wiraatmaja, SH melalui Kasubsi Pidum/Pidsus Resky Pradana Romli, SH ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/3), membenarkan kalau perkara Minerba dan pencurian atas nama tersangka AEG sudah dilimpahkan dan sudah memasuki tahap dua.

"Perkaranya sudah memasuki tahap dua. Dalam waktu dekat kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam".ujar Resky

Lanjutnya, Terkait kasus dimaksud, pasal yang dipersangkakan terhadap AEG yakni Pasal 158 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara subs Pasal 363 ayat (1) ke-4e subs. Pasal 362 KUHPidana yang berbunyi, Melakukan Kegiatan Pertambangan tanpa izin dan atau pencurian dengan pemberatan dan atau pencurian. Ucap Resky

Sebelumnya, tersangka AEG warga Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang di amankan petugas dari kediamannya,
terkait kasus pencurian tanah milik Longge Br Ginting (54) warga dsn III Desa Batu Mbelin, Kec. Sibolangit. Selasa (23/2).

Untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka diboyong ke Mapolrestabes Medan.

Data yang diterima dari lapangan, Rabu (10/3) siang, penangkapan tersebut berdasarkan laporan Longge Br Ginting ke Polrestabes Medan pada 24 April 2020 lalu, sesuai Tanda Bukti Laporan  Nomor : STPL/1022/YAN.2.5/K/IV/2020/SPKT RESTA MEDAN.

Dalam laporannya, ibu rumah tangga ini mengatakan, aksi pengorekan tanah di lahan miliknya yang dilakukan tersangka ini diketahui pada akhir 2019 lalu. Ketika itu, selagi pergi ke perladangannya di kawasan dsn I Desa Batu Mbelin, Sibolangit, korban melihat kalau tanah pembagian warisan dari alm. suaminya telah digali dengan menggunakan alat berat oleh AEG. Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada anaknya.

Mendengar laporan itu, anak kedua korban bernama Jesaya Hermanto Tarigan mendatangi tersangka untuk menanyakan hal tersebut. Namun, tersangka menyatakan kalau tindakan yang dilakukannya tidak ada masalah, karena hanya sedikit saja tanah korban yang digali. 

Tersangka juga mengatakan, kalau dirinya akan membayar semua tanah korban. Jelas saja, anak korban ini keberatan dan meminta kepada tersangka agar tidak lagi melakukan penggalian di tanah orang tuanya.

Selang Beberapa hari, anak pertama korban (Rusianto Tarigan) pergi ke ladang orang tuanya (korban), dan melihat kalau tanah milik orang tuanya itu masih saja digali oleh tersangka menggunakan alat berat, sehingga tanaman pembatas pada saat pengukuran bersama ahli waris lainnya sudah bertumbangan. Rusianto pun menemui tersangka untuk meminta agar tidak lagi menggali tanah orang tuanya (Longge Br Ginting).

Namun, tersangka tetap tak mau perduli. Dia juga mengaku tanah yang digalinya itu milik orangtuanya sendiri, dan sesuai izin galian yang resmi. Bahkan, tersangka mengucapkan kalimat seperti menantang dengan mengatakan, kalau Rusianto tak senang silahkan buat laporan pengaduan ke polisi.

Ucapan dari tersangka ini pun disampaikan Rusianto kepada ibunya. Karena merasa keberatan, korban yang didampingi anaknya kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan. 

Sementara itu, hasil peninjauan lapangan, berdasarkan Surat PLT. Kepala UPT Laboratorium ESDM Nomor : 540/243/UPT Lab.ESDM /2020 perihal penyampaian hasil Plotting titik koordinat maka dapat disimpulkan, kegiatan penambangan yang dilakukan pengukuran 4 titik berada diluar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) a.n. AEG

Terpisah, saat diwawancarai wartawan di Sibolangit, korban mengaku cukup senang dan puas dengan kinerja Satreskrim Polrestabes Medan yang telah mengamankan tersangka tersangka.

"Terima kasih pak polisi yang telah merespon pengaduan saya. Saya berharap agar kiranya tersangka ini tidak ditangguhkan dan tetap diproses hingga ke tingkat pengadilan," ungkapnya seraya mengaku akan terus mengawal kasus tersebut sampai ke meja hijau.(WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini