-->

Dampak Banjir Bandang, Lahan Petani Palas Gagal Panen

HARIAN9 author photo

 

Puluhan warga masyarakat petani di Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini bisa dikatakan tinggal meratapi nasibnya, lahan pertanian yang mereka harapkan gagal panen.

Banjir bandang Lumpur yang disertai potongan kayu, meluapnya Sungai Aek Paringgonan di Desa Paringgonan, Sungai Aek Jorbing Desa Matondang dan Sungai Aek Batang Taris di Desa Pintu Padang, bencana yang terjadi di dibeberapa Desa di Kecamatan Ulu Barumun, Jum'at (12/3) malam, selain merobohkan enam rumah dan dua rusak berat di Desa Pintu Padang juga merusak puluhan hektar areal persawahan. 

Pj. Kepala Dinas Pertanian palas, Falah Alfitri Daulay STP, melalui petugas pengendalian organisme pengganggu tanaman -pengendalian hama penyakit (POPT-PHP) Ulu Barumun, Ardinah Hasibuan, di lokasi banjir bandang, kemaren Sabtu (13/03/2021). Kepada awakedia ini, mengatakan Keadaan ini telah didata pihak Dinas Pertanian Kabupaten Palas.

Banjir bandang yang melanda Desa Pintu Padang, Paringgonan, Matondang dan Simanuldang, selain merusak beberapa bangunan juga merusak areal lahan pertanian masyarakat.

"Diperkirakan luas areal lahan pertanian masyarakat yang rusak sedikitnya 15 hektar", jelas Ardinah Hasibuan.

"Adapun luas tanaman padi masyarakat yang mengalami puso diperkirakan 7,25 hektar, dan seluas 14,5 hektar nyaris tertutup lumpur (Surut)", ucapnya.

Informasi yang dihimpun, usia tanaman padi yang rusak bervareasi, ada yang menunggu waktu panen, yang baru berumur 70 hari serta ada yang baru di tanam.

Salah satu petani warga Desa Pintu Padang yang terkena dampak banjir bandang Oji Daulay dan Rahmat memperkirakan tanaman padi miliknya akan mengalami puso karena tertimbun lumpur.

Kepada awak media ini, Minggu (14/3) di areal persawahan Saba Lombng Desa Paringgonan Julu salah seorang Petani terdampak banjir  Ny. Toguan Hasibuan menjelaskan, untuk areal Saba Lombang aliran Sungai Aek Paringgonan kami tinggal meratapi nasib, padi kita telah menguning tinggal menunggu panen, namun semua telah rusak dilanda banjir tinggal membersihkan potongan kayu-kayuan.

Harapan kami masyarakat petani setempat tinggal menunggu Pemerintah memberikan perhatian pada para petani yang gagal panen akibat bencana ini, musibah ini menurut kami bencana akibat banyaknya oknum oknum yang mengambil kayu di hutan sana, tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi, hanya untuk kepentingan pribadi, jelas Ny.Toguan. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini