-->

Dua Tersangka Pengrusakan Hutan Diperiksa Kejari Tapsel

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan (Tapsel), melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan pengrusakan hutan yang terjadi di wilayah Dusun Laba Lasiak, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel di Kantor Kejari Tapsel di Sipiok, Kamis (18/3/2021).

 
Pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan pengrusakan hutan setelah masuk penyidikan tahap II di Polres Tapsel, sekaligus penyerahan ke dua tersangka masing-masing, AP, warga Kampar Propinsi Riau dan TR, warga Kota Padangsidimpuan oleh penyidik Polres Tapsel ke JPU Kejari Tapsel.
 
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejari Tapsel, ke dua tersangka AP dan TR mengaku masing-masing telah membeli lahan seluas 10 Ha dengan rincian per orang seluas  5 Ha untuk ditanami tanaman sawit. Namun beberapa.bulan kemudian diketahui lahan yang mereka tanami masuk dalam kawasan hutan yang juga areal Izin Usaha Pemamfaatan Hasil Hutan Kayu- Hutan Tanaman Indusrtri ( IUPHK-HTI) milik PT.Anugrah Rimba Makmur (PT.ARM).
 
Akhirnya pihak PT. ARM merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Tapsel, hingga ke dua tersangka diperiksa oleh penyidik Polres Tapsel dan disangkakan telah melanggar Pasal 84 ayat (1) jo pasal 12 huruf f Undang Undang nomor 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan / atau pasal 92 ayat (1) huruf a jo pasal 17 ayat 2 huruf b, atau pasal 98 ayat (1) jo pasal 19 huruf b.
 
Mengingat waktu masa  penanganan kasus tersebut  sudah habis ditangani di Polres Tapsel namun berkasnya belum lengkap, akhirnya Kajari Tapanuli Selatan Ardian,SH,MH selaku JPU, mengeluarkan Sprint  Nomor : Print-39L.2.35/Eku.2/02/2021 tertanggal 22 Februari 2021 untuk melanjutkan penyidikan, dimana dalam penyidikan lanjutan dibantu oleh 6 orang Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu)
 
Kepala Kejaksaan Negei (Kajari) Tapsel Ardian, SH membenarkan pihaknya menerima berkas penyidikan tahap II dari Polres Tapsel berikut dua tersangka kasus dugaan pengusakan hutan dengan menggunakan chinsaw dan alat berat escavalator sejak bulan Oktober 2019 di wilayah Tapsel dan tim JPU telah memulai  pemeriksaan terhadap saks-saksi dan kedua tersangka di ruangan Kajari, mengingat keterbatasan ruangan kantor Kejari Tapsel.
 
“ Awalnya kasus berikut ke dua tersangka ditangani oleh Polres Tapsel. Setelah berkas pemeriksaan lengkap (P21), kasus tersebut dilimpahkan ke JPU Kejai Tapsel untuk diproses hukum lebih lanjut, “ terang Kajari.
 
Kajari menambahkan, untuk memeriksa ke dua tersangka, pihaknya terpaksa menggunakan ruang kerja Kajari karena kondisi gedung kantor Kejari Tapsel yang tidak memadai dan belum dilengkapi dengan ruang pemeriksaan.
 
“ Kantor kita kekurangan ruangan, diantaranya ruang dan kamar pemeriksaan. Namun, tidak mengurangi semangat kita untuk tetap bekerja melayani masyarakat dan pencari keadilan. Sedang aula yang ada juga sedang digunakan untuk kegiatan sidang online dengan Pengadilan Negei Padangsidimpuan dan Rumah Tahanan (Rutan) Sipirok, “ imbuhnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini