-->

Februari 2021, Nilai Impor Indonesia Naik 1,54 Persen

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, untuk nilai impor Indonesia pada Februari 2021 tercatat sebesar USD 13,26 miliar, turun 0,49 persen dibanding Januari 2021 (MoM). Impor Indonesia pada Februari 2021 terdiri dari impor nonmigas sebesar USD 11,96 miliar yang naik 1,54 persen (MoM), dan impor migas sebesar USD 1,30 miliar (turun 15,95 persen MoM).

“Secara kumulatif, impor Januari—Februari 2021 mencapai USD 26,56 miliar. Nilai tersebut didominasi impor nonmigas sebesar USD 23,74 miliar atau sebesar 89,26 persen. Sedangkan, impor nonmigas periode Januari- Februari 2021 naik sebesar 7,50 persen (YoY),” ujar Mendag, Kamis (18/3/2021).

Ditinjau dari golongan penggunaan barang (BEC), penurunan impor Indonesia didorong penurunan impor barang konsumsi sebesar 13,78 persen (MoM) dan penurunan impor bahan baku/penolong sebesar 0,50 persen (MoM).

Sementara itu, impor barang modal mengalami peningkatan 9,08 persen (MoM).

"Impor barang modal yang mengalami peningkatan antara lain pengukur ketinggian kendaraan bermotor yang naik 5.625 persen (MoM), kapal lainnya (naik 654,55 persen), dan telepon seluler (naik 185,19 persen)."ujarnya. 

Adapun impor bahan baku/penolong yang mengalami penurunan di antaranya komponen truk yang turun 99,82 persen (MoM), ferro alloy (turun 77 persen), dan reagen laboratorium (turun 55,96 persen). Sementara itu, barang konsumsi yang mengalami penurunan terdalam antara lain bawang putih yang turun 97,29 persen (MoM), jeruk mandarin (turun 93,89 persen), dan apel (turun 90,70 persen).

Pada Februari 2021, impor dari sejumlah negara juga menunjukkan penurunan yang siginifikan. Negara asal impor tersebut di antaranya Kanada yang turun 35,26 persen (MoM), Saudi Arabia (turun 23,36 persen), Taiwan (turun 18,27 persen), dan Korea Selatan (15,67 persen). 

Namun demikian, impor dari beberapa negara justru menunjukkan peningkatan seperti Filipina yang naik 105,17 persen (MoM), Brasil (87,97 persen), Uni Emirat Arab (43,08 persen), dan Argentina (40,02 persen).(pr01)

Komentar Anda

Berita Terkini