-->

Kejari Padangsidimpuan Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOK TA 2020

HARIAN9 author photo


 PADANGSIDIMPUAN|H9
Dari hasil pengembangan penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan menetapkan dua saksi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran (TA) 2020, pada Unit Pelaksana Tekhnis (UPTD) Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan.

" Kita telah tetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi di dua kegiatan yang bersumber dari dana BOK TA 2020 pada UPTD Puskesmas Sadabuan, " ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padangsidimpuan Hendry Silitonga, SH, MH dalam keterangan pers nya di aula Kantor Kejari Padangsidimpuan, Senin (8/3/2021).

Dalam keterangan pers tersebut, Kajari yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Nixon Lubis, SH selaku ketua tim penyidik, Kasi Intelijen Sonang Simanjuntak, SH, MH, Kasi Pidum Hormat Harahap, SH beserta sejumlah staf Kejari Padangsidimpuan menjelaskan, dalam kasus tersebut, Kejari Padangsidimpuan memeriksa 62 saksi dan menetapkan dua tersangka untuk dua kegiatan. 

Ke dua saksi yang ditetapkan menjadi tersangka tersebut yakni, FSS selaku Kepala UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan, dengan penetapan tersangka Nomor : Print-18/L.2.15/Fd.1/03/2021 tanggal 8 Maret 2021 dan SM, selaku pengelola dana BOK UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan TA 2020 dengan penetapan tersangka Nomor : Print-19/L.2.15/Fd.1/03/2021, tanggal 8 Maret 2021. 

" Ke dua saksi ditetapkan menjadi tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan FSS ditetapkan tersangka sebagai Kepala UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan dan SM ditetapkan sebagai tersangka selaku pengelola dana BOK UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan TA 2020, " terang Hendry. 

Menurut Hendry, dugaan korupsi yang dilakukan ke dua tersangka yakni untuk tersangka FSS, terkait dana pemberian santunan terhadap tenaga kesehatan dalam  penanganan Covid-19 yang ditampung dalam dana BOK Kesehatan melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020 dan tersangka SM, terkait pelaksanaan pemberian insentif pada kegiatan surveilans pencegahan dan penanganan Covid-19 pada UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan.

" Modus para tersangka dalam melakukan Tindak Pidana Korupsi yaitu dengan memalsukan tanda tangan, dokumen dan pemotongan dana. Sedangkan kerugian negara sesuai hasil pemeriksaan tim penyidik Pidsus, sebesar Rp.142 juta, namun kami juga masih menunggu audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yakni Inspektorat Daerah Kota Padangsidimpuan, " jelas Kajari. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini