-->

Motif Sakit Hati, Dua Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri

HARIAN9 author photo


PANCURBATU| H9

Dua tersangka yang berinisial JAS (35) dan SG (39) warga Desa Sugau Dusun II, Pancurbatu menyerahkan diri ke pihak kepolisian setempat, setelah dua hari melakukan penikaman terhadap Katar Ginting (48) warga Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Rabu (24/3) siang sekira pukul 12.30 WIB.

Kedua tersangka dijemput Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Pancur Batu di kantor Desa Sugau setelah menyerahkan diri kepada Kepala Desa Sugau, Kec. Pancur Batu. Kab. Deliserdang.

Data yang diterima di lapangan, kedua tersangka sambil membawa barang bukti sebilah pisau dan parang datang ke kantor Kepala Desa (Kades) Sugau, Rabu (24/3) pagi sekira pukul 09.30 WIB. Usai meminta keterangan dari keduanya, Kades Sugau Dahlan Purba pun menghubungi petugas Polsek Pancur Batu.

Tak lama berselang, Tekab Polsek Pancur Batu dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Syahril Siregar, SH turun ke lapangan untuk menjemput kedua tersangka. Setelah membuat surat penyerahan, petugas pun memboyong kedua tersangka bersama barang bukti ke komando untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diwawancarai wartawan, tersangka JAS mengatakan, motif penikaman tersebut karena dia dan temannya tersangka SG merasa tersinggung dengan ucapan Katar Ginting.

Awalnya, pada Senin (22/3) sore sekira pukul 17.30 WIB, kedua tersangka melihat korban sedang memasukkan alat berat ke lokasi galian kawasan dsn II Desa Sugau, Kec. Pancur Batu. Tersangka JAS pun menanyakan kepada korban apakah sudah kordinasi dengan pemerintahan desa setempat.

Namun, korban bukannya memberi jawaban yang mengenakkan, tapi malah mengucapkan kata-kata kasar. "Itu hak saya, karena yang kugali itu tanah saya. Apa urusanmu, jangan sok pahlawan kalian di sini," ujar tersangka JAS mengutip ucapan si korban.

Tak terima dengan jawaban si korban yang menyakitkan hati itu, kedua tersangka pun jadi tersinggung. Selagi korban hendak pergi dengan mengendarai mobilnya, kedua tersangka langsung menikam korban menggunakan sebilah pisau dan parang ke bagian bokong, tangan dan kaki korban.Dalam kondisi berlumuran darah, korban langsung tancap gas melarikan diri. 

"Karena tersinggung dengan ucapan korban yang kasar itu, kami pun jadi emosi dan "gelap mata" hingga kami terpaksa menikam korban," sebut JAS

Memang seingat kami, timpal tersangka SG, kalau si korban ini sempat melakukan musyawarah dengan pihak pemerintahan Desa Sugau, di Kantor Kecamatan Pancur Batu. Dimana dalam musyawarah tersebut dijelaskan, jika korban melakukan aktifitas galian di lokasi dsn II Desa Sugau, harus terlebih dahulu kordinasi dengan masyarakat sekitar dan pemerintahan desa setempat.

"Tapi kenyataannya, saat melakukan aktifitas galian di lokasi dan II Desa Sugau, dia (korban) tak ada kordinasi dengan pemerintahan desa dan warga setempat. Jika nantinya, pihak Katar Ginting tetap bersikeras melakukan pengorekan di lokasi tersebut, ratusan warga Desa Sugau akan melakukan demo besar-besaran untuk melakukan penghadangan," tegasnya. 

Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Dharma, SH melalui Kanit Reskrim AKP Syahril Siregar, SH ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah menerima laporan dari korban, personil Tekab Polsek Pancur Batu langsung melakukan penyelidikan dengan cara olah TKP dan memeriksa saksi.

"Dua hari kemudian, Rabu (24/3) pagi, kita dapat laporan dari Kepala Desa Sugau Dahlan Purba, kalau ternyata kedua tersangka sudah menyerahkan diri. Selanjutnya, personil Tekab Polsek Pancur Batu menjemput kedua tersangka berikut barang bukti," ujar AKP Syahril. (WM021)


Komentar Anda

Berita Terkini