-->

Pemda Aceh Tamiang Lakukan Rakor Karhutla Dengan Provinsi Aceh

HARIAN9 author photo


ACEH TAMIANG| H9
Bertempat di Aula Promotor Polres Aceh Tamiang, Wakil Bupati Aceh Tamiang, H. T. Insyafuddin, ST bersama Dandim 0117 Aceh Tamiang Letkol. CPN. Yusuf Adi Puruhita dan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K mengikuti Video Conference (Vidcon) Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla  pada Selasa (23/03/2021).

Pelaksanaan Vidcon dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Drs. Wahyu Widada M.Phil dan  turut hadir mengikuti Vidcon Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT, Pangdam Iskandar Muda  Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kepala Basarnas Aceh, General PT. Telkom Aceh dan Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera - I Provinsi Aceh

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT menyampaikan, resiko Karhutla yang paling tinggi adalah lahan gambut dan di Aceh seluas 338rb hektare. Jika lahan gambut sudah terbakar akan sangat sulit dipadamkan, inilah tantangan kita bersama untuk mengantisipasi secara cepat dan tepat, "tegasnya.

"Kami memerintahkan kepada  TNI dan Polri, serta dinas terkait untuk segera melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan pemadaman secara cepat.
Penting sekali manajemen dalam bekerjasama, evaluasi kegiatan, serta pembagian pelaksanaan tugas,"tegas Gubernur. 

Kesempatan yang sama, Pangdam Iskandar Muda Mayjen. TNI Achmad Marzuki menjelaskan, secara organisasi pencegahan Karhutla saat ini sudah terorganisir dengan baik. 
Sangat diharapkan adanya pembangunan infrastruktur monitoring dan selanjutnya secara bersama-sama dapat mengedukasi  masyarakat. 
Sedangkan Kodam IM sudah membuat kelompok tani, sehingga titik pembukaan lahan sudah terdata secara jelas. Ini salah satu tindakan antisipasi dalam menjaga Bumi Aceh dari musibah Karhutla,"tegasnya.

Selanjutnya Kapolda Aceh Irjen Drs. Wahyu Widada M.Phil memaparkan, lokasi lahan gambut  terbesar di Provinsi Aceh terletak sisi Barat. Sedangkan di daerah Pegunungan Aceh bagian tengah dan timur sulit ditemukan akan tetapi mudah dipadamkan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, agar bisa segera menyusun Peraturan Daerah terkait Karhutla,"jelasnya.

"Provinsi Aceh saat ini sudah mempunyai dua Aplikasi untuk melacak titik api yaitu Lancang Kuning dan Sipengi. Dari sepuluh Provinsi yang menjadi perhatian, Aceh menjadi prioritas penanganan Karhutla. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Polda Aceh, pada tahun 2020 sebanyak 262 hotspot titik api ditemukan dan  2021 sebanyak 422 hotspot, diduga data ini akan terus meningkat, melihat kondisi kemarau saat ini,"tegasnya. (WD-013). 
Komentar Anda

Berita Terkini