BI Sumut Catat Kinerja Perekonomian Dimasa Pandemi Tahun 2020 -1,07 Persen

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Sebagaimana kita ketahui bersama pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap kinerja perekonomian Global, Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Perekonomian Sumatera Utara tahun 2020 tercatat -1,07% (yoy). 

Soekowardojo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengatakan dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama. Sektor-sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan mengalami dampak terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat. 

"Sementara lemahnya permintaan menahan kinerja sektor industri pengo!ahan secara umum.
Memasuki kuarter pertama 2021, beberapa indikator perekonomian terkini menunjukkan adanya perbaikan dan indikasi pemulihan mulai terlihat," katanya, Sabtu (10/4/2021).

Perekonomian triwulan I tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Penanganan pandemi yang semakin baik serta keberhasilan uji coba vaksin menjadi titik terang pemulihan ekonomi. 

"Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi bersumber dari kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi pemerintah. Dari sisi penawaran, kinerja LU pertanian diprakirakan membaik seiring dengan curah hujan yang berangsur norma! dan berlangsungnya periode panen tanaman pangan (padi)," ujarnya.
 
Lapangan Usaha Industri juga diprakirakan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi mitra dagang Utama terutama Amerika Serikat. Di sisi lain, Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran juga diprakirakan tumbuh meningkat sebagai dampak optimisme masyarakat akan implementasi program vaksin.

"Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia, kami melihat hubungan positif dari program vaksin dan keyakinan konsumen. Untuk itu, keberhasilan vaksinasi menjadi kunci berlanjutnya recovery pertumbuhan ekonomi,"katanya.

Pemulihan ekonomi didorong oleh kenaikan permintaan domestik dan eksternal. Ekspor diprediksi meningkat didorong oleh membaiknya aktivitas industri hi!ir di negara tujuan utama sejalan dengan vaksinasi di berbagai negara yang ber!angsung cepat. 

"Proyek investasi pemerintah dan swasta akan berjalan di tahun 2021, setelah sempat tertunda di tahun 2020. Rencana pemerintah untuk me!anjutkan program jaring pengaman sosia! dan stimulus ekonomi diprediksi akan menopang konsumsi rumah tangga. Dengan perkembangan tersebut, kami meyakini pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, berada di kisaran 4.0 — 5.0,"katanya.

Selain implementasi program vaksinasi, kebijakan pemulihan ekonomi perlu terus diperkuat melalui 5 strategi respon kebijakan, yaitu:
1. Pembukaan sektor produktif dan aman
2. Percepatan stimulus fiska! (rea!isasi anggaran)
3. Peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran
4. Stimulus moneter dan kebijakan makroprudensia!
5. Digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM. (PR01)
 
Komentar Anda

Berita Terkini