Bupati Tapsel : ASN Terlibat Narkoba Saya Usulkan Untuk Dipecat

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, SPt, MM, mengatakan jika ada oknum aparat pemerintah di Kabupaten Tapsel yang terlibat narkoba, saya usulkan untuk segera dipecat, karena sudah mencoreng nama baik daerah.

 
Hal itu ditegaskan Dolly saat membuka rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di instansi pemerintahan tahun 2021 yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel, di Aula Syaakira The View and Resto, Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kamis (1/4/2021).
 
Rapat kerja diikuti peserta dari Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tapsel, Dinas Pariwisata, BPKPAD, BPBD, Bappeda, Kemenag Tapsel, dan perwakilan penggiat anti narkoba dari beberapa OPD yang telah dilatih pada tahun sebelumnya. Sedangkan sebagai narasumber pada Raker Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di lingkungan instansi pemerintah yaitu Kepala Bappeda Abadi Siregar dan Kadis Kominfo Inganan Dalimunthe.
 
Lebih lanjut Dolly menyampaikan, bila benar ada oknum ASN yang terlibat narkoba, kita juga harus menerapkan azas praduga tidak bersalah sebelum ada penetapan penyidik dan keputusan pengadilan, karena harus dibuktikan terlebih dahulu apakah benar-benar yang bersanghkutan menggunakan narkoba.
 
“ Kalau ada aparat pemerintahan terbukti menggunakan narkoba, saya usulkan segera dipecat. Ini pernyataan tegas saya untuk memerangi narkoba di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel, “ tegas Dolly.
 
Seperti halnya, pada 13 Maret 2021 lalu, yang mana saat itu Bupati mendapatkan informasi ada oknum Kepala Desa diduga telibat penyalahguna narkoba dan dalam proses pembuktiannya, Bupati sempat geram dan sedih karena, oknum itu tidak mau untuk direhabilitasi.
 
“ Benar untuk sembuh maka kemauan itu timbul dari dalam  diri. Tapi saya khawatir, ketika oknum tersebut tidak memiliki keiginan untuk berubah, maka ia tidak akan diterima di panti rehabilitasi, sehingga masyarakat menilai aparat tidak bekerja maksimum. Terbukti kemarin ada masyarakat dan mahasiswa yang demo, katanya oknum itu di tangkap namun malah dilepas. Mereka menduga, aparat kurang serius, “ ucapnya.
 
Dolly menceritakan pengalaman temannya yang kehidupannya bahkan rumah tangganya yang hancur. Untuk itu Dolly kembali mengajak peserta rapat kerja menjadi motor untuk aktif sebagai duta anti narkoba. 
 
Ia juga mengaku sempat miris jika mengingat, pada 2018 lalu, ia punya rekan, yang disarankannya agar mengikuti berbagai kegiatan relawan anti narkoba. Namun sayangnya, yang didapat rekannya bukan ilmu, melainkan uang jalan dari kegiatan itu.
 
“ Harusnya, relawan anti narkoba itu harus bisa menjadi pelopor dan penggerak bagi teman, sahabat, atau orang terdekat di daerahnya untuk menjauhi narkoba, bukan hanya sebagai ajang manfaat untuk cari untung, “ katanya.
 
Ia juga menjelaskan, sewaktu ia menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kabupaten Tapsel, dia juga pernah mendapat tawaran mensosialisasikan gerakan anti narkoba ke pelajar SMA di seluruh Tapsel.
 
“ Dengan semangat gerakan hidup bersih dan bebas dari narkoba, tawaran itu saya terima dan berkeliling ke SMA yang ada di kabupaten Tapsel. Saya menginginkan agar semangat seperti itulah yang harus dibangun bagi para penggiat anti narkoba. Meski, sama-sama diketahui anggarannya terbatas, “ ucapnya 
 
Sebelumnya, Kepala BNNK Tapsel AKBP Drs Tuongku Bosar Pane, MM, mengatakan, kegiatan ini memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin meningkat.
 
“ Kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan calon penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah, serta mendorong seluruh komponen bangsa untuk berperan serta dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan calon penggiat yang telah dipetakan di dalam kegiatan ini, nantinya akan kita latih menjadi penggiat anti narkoba melalui kegiatan workshop atau bimbingan teknis penggiat anti narkoba, “ tutur Kepala BNNK. (WD.014)
 
Komentar Anda

Berita Terkini