-->

Darurat Sampah Plastik, The Informal Plastic Collection Innovation Challenge akan Digelar

HARIAN9 author photo


MEDAN|H9
Menurut data Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61% nya tidak terkelola. 620.000 ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia pada tahun 2017, bila tidak ada intervensi, jumlahnya akan meningkat 30% pada 2025 menjadi 780.000 ton per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia.

"The Informal Plastic Collection Innovation Challenge sebuah kompetisi inovasi diluncurkan untuk mencari solusi meningkatkan pengintegrasian pekerja sektor informal di bidang pengelolaan sampah,"katanya dalam siaran persnya yang disampaikan Humas The Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA), Rabu (14/4/2021).

Terdapat satu tantangan dalam pengumpulan sampah oleh sektor informal. Aktivitas sektor informal seringkali tidak transparan, sehingga menjadi hambatan besar bagi pendaur ulang dan perusahaan untuk memastikan praktik kerja mereka dilakukan secara etis di seluruh rantai pasokan. 

"Mengintegrasikan sektor informal ke dalam sistem formal akan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan pekerja informal dan berkontribusi pada tujuan NPAP Multi Stakeholder Action Plan’s untuk menggandakan kapasitas pengumpulan dan daur ulang sampah di Indonesia.

“Kami tidak akan membiarkan krisis penanganan sampah plastik terus berkembang; sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia,"ujarnya.

The Informal Plastic Collection Innovation Challenge bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengumpulan sampah dari sektor informal yang telah memainkan peran penting dalam infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia.

“Kontribusi besar sektor informal untuk mencegah pencemaran plastik belum banyak diakui dan para pemulung sering bekerja dengan bayaran rendah dalam kondisi yang tidak aman, oleh karena itu, penting bagi kita untuk menemukan solusi untuk meningkatkan kinerja serta kesejahteraan pelaku sektor informal,” kata Sri Indrastuti Hadiputranto, ketua NPAP Indonesia.

Melalui the Informal Plastic Collection Innovation Challenge, Sri berharap dapat memberikan penghargaan kepada solusi yang dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan sampah dengan meningkatkan transparansi, kapasitas dan peran sektor informal serta dengan memfasilitasi peluang kerja yang layak bagi pekerja informal. (PR01)

Komentar Anda

Berita Terkini