DDS Di Desa Kabupaten Pakpak Bharat Diduga Mengarah pada Tindak Pidana Korupsi

HARIAN9 author photo


PAKPAK BHARAT| H9
Anggaran Dana Desa (DDS) disalah satu desa di Kabupaten Pakpak Bharat diduga berpotensi mengarah kepada  percobaan perbuatan tindak pidana korupsi. Hal itu diketahui adanya realisasi anggaran yang digelontorkan untuk bantuan PAUD yang ada di desa tersebut sebesar Rp 33.000.000.

Sebelumnya diketahui rincian anggaran yang diperuntukan  untuk pembayaran honor/ insentif 1 orang penyelenggara dan 2 orang tutor dimana masing-masing mendapatkan Rp 500.000 perbulannya,sehingga untuk satu tahunnya honor/insentif penyelenggara dan tutor sebesar diserahkan senilai Rp 18.000.000. Selain itu juga dipergunakan untuk pembelian makanan tambahan senilai Rp 6.600.000, pembelian buku,P3K/Obat,kapur tulis (Benda Pos) Rp 1000.000, pembayaran sewa gedung PAUDRp 1700.000 honor TPK (tim pelaksana kegiatan) RP 400.000 dan biaya cetak penggandaan SPJ, patut untuk dipertanyakan karena dimana diduga mengarah pada percobaan perbuatan tidak pidana korupsi

Sementara dari pengakuan Penyelenggara PAUD didesa tersebut sebelumnya bantuan yang diterima PAUD hanya honor/insentif penyelenggara dan tutor pada tahun 2020 keseluruhannya senilai Rp 18.000.000,sedangkan untuk makan tambahan 2 Kotak susu bubuk untuk satu Murid dari 27 murid PAUD serta pembayaran sewa kontrak gedung Sebesar Rp 1.200.000,selain itu tidak ada.

Penyelenggara PAUD  juga menyangkal informasi terkait Kalau mereka menerima barang seperti Alat tulis,buku,P3K (Benda Pos) yang diserahkan oleh pemerintah desa. Sementara untuk pembayaran kontrak gedung PAUD sendiri setau saya juga hanya sebesar Rp 1.200.000 bukan 1.700.000,sedangkan untuk makanan tambahan yang diberikan desa ada Dua karton Susu bubuk dimana masing-masing karton berisi 20 kotak Susu Kering merek Dancau dengan berat 200 gr tambah.

Adapun menjadi dugaan percobaan perbuatan tidak pidana korupsi yang dilakukan pemerintah Desa tersebut  dari hasil konfirmasi dan  hasil penelusuran media dari anggaran sebesar Rp 33.000.000 dimana besaran anggaran yang dibelanjakan dan diserahkan kepada penyelenggara PAUD hanya Rp 27.480.000. Dimana dari anggaran 33.000.000 masih sisa uang sebesar 5.520.000.

Sementara anggaran untuk pembelian susu yang dianggarkan sebesar 6.600.000 dari pagu 33.000.000 juga menjadi pertannyan,setelah dilakukan konfirmasi kepada  toko penjual Susu bubuk merek Dancau dengan berat 200 gr, dimana  harga beli untuk perkotaknya diketahui hanya sekitar Rp 60.000.(WD-045)


Komentar Anda

Berita Terkini