Kebaktian Paskah Di Buluhawar Berjalan Dengan Hikmat

HARIAN9 author photo

BULUHAWAR| H9
Kebaktian Jumat Agung di GBKP Buluhawar, Desa Buluhawar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Sibolangit, berjalan dengan hikmat, Jumat (2/4/2021). Tema Jumat Agung yang dihadiri ratusan jemaat ini yaitu 'Kedalam TanganMu kuserahkan nyawaku' (Lukas 23:4-48).


Pdt Wilson Tarigan SSi (Teol) dalam khotbahnya mengatakan kematian Tuhan Yesus di kayu salib menyatakan penebusan dan pengampunan atas dosa-dosa manusia.

"KematianNya terjadi pada jam 12 siang dan langit menjadi gelap sampai jam 3 sore kala itu. Itu artinya bahwa Ia bukan manusia biasa, karena alam semesta juga ikut berduka," ujarnya.

Ia mengatakan kematian Tuhan Yesus ini mengingatkan umatnya jangan membuang Kristus dalam hidup. Bila hal itu terjadi, kegelapan akan menguasai diri manusia.

"Kita sebagai umat yang sudah ditebus, janganlah menyia-nyiakan kematianNya, lakukanlah dengan cara mengasihi sesama," ungkapnya.

Dalam kebaktian itu, drama penyaliban dilakukan pemuda atau permata GBKP Buluhawar. Drama tersebut menceritakan Tuhan Yesus berjalan menuju Bukit Golgota sambil disiksa oleh prajurit-prajurit Roma.

Sementara itu, Maria ibunya mengikuti Tuhan Yesus sambil berjalan dan menangis sampai Bukit Golgota. Ketika sampai di Golgota, Tuhan Yesus disalibkan hingga mati.

Drama penyaliban itu melibatkan 10 pemuda yaitu Tuhan Yesus diperankan Junet Bukit, Maria diperankan Novita Barus, prajurit-prajurit Roma diperankan Guruh Bukit, Arjun Keliat, Nardi Bukit, dan Besta Sembiring.

Sebelumnya, GBKP Buluhawar melakukan kebaktian Kamis putih, Kamis (1/4/2021), pukul 20.00 WIB. Tema yang diambil 'melayani bukan dilayani' (Yohanes 13:1-15).

Pdt Wilson Tarigan mengatakan Kamis putih ini dilakukan refleksi lewat perjamuan kudus dan pembasuhan kaki. Pada kesempatan itu, pendeta membasuh pertua dan diaken, selanjutnya pertua diaken membasuh kaki jemaat dan anak-anak.

Ia mengatakan arti refleksi menceritakan sebelum Tuhan Yesus disalibkan melakukan perjamuan dengan murid-muridNya di salah satu rumah pada kala itu dan membasuh kaki murid-muridNya. "Karena itulah kita meneladani apa yang dilakukan Tuhan Yesus," tuturnya. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini