-->

Ketua Puspa Periode 2017-2020 Sampaikan Fase Adaptasi di Rakor Forum Puspa

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Ketua Puspa Periode 2017-2020 , Misran Lubis sampaikan fase adaptasi dan penguatan jaringan lokal di rapat koordinasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA). Fase ini ditandai dengan identifikasi masalah dan pengumpulan gagasan khususnya di Belawan, Support pendanaan pada fase ini masih swadaya dan stimulus dari  Kementerian PPPA melalui Pendanaan Swakelola Tipe-III.

"Kemudian fase pengembangan program sinergi dan penguatan partisipasi masyarakat. Fase ini ditandai dengan munculnya inisiatif-inisiatif yang berasal dari masyarakat dan meningkatnya partisipasi masyarakat yang terfokus di satu titik Lingkungan (Lingk. XII) kemudian meluas ke Lingkungan-Lingkungan lainnya. Dampak dari dua tanda ini adalah munculnya champion dan mulai terbentuknya role model sinergi. Sinergi juga meluas, keterlibatan PT.Pelindo 1 Belawan, mitra DAAI-TV, APJI, Sekolah Muhammadiyah Belawan, Dinas Pertamanan, dan lainnya," katanya, Selasa (27/4/2021).

Kemudian fase pengembangan jaringan kemitraan strategis, kemandirian dan replikasi model inivasi. Fase ini ditandai dengan semakin besarnya semangat diikuti dengan inisiatif masyarakat dan menjadi rujukan pembelajaran intervensi.Namun pada fase ini menghadapi tantangan adaptasi  situasi pandemic Covid-19

"Sepanjang, program sinergi 2019-2020, masyarakat telah menghasilkan berbagai inovasi dan kreasi program.  Diantaranya di tengah keterbatasan lahan dan ketidakcocokan jenis tanah pesisir untuk pertanian, masyarakat menanam palawija/ sayur menggunakan media hidroponik, diawali dari Lingkungan XII Kelurahan, diikuti Lingkungan-lingkungan lainnya, keberhasilan Lingkungan XII kemudian direplikasi oleh Lurah menjadi program Kelurahan," ujarnya. 

Kemudian adanya kuliner baru, yakni pengolahan tumbuhan alam (buah dari pohon nipah) menjadi minuman jus (jus nipah), Pengolahan sawi botol menjadi cemilan keripik, dan produk seafood lokal. 

"Yang terakhir kawasan kumuh menjadi menjadi destinasi wisata keluarga, dengan tersedianya pondok-pondok wisata, kolam pancing dan Kawasan hijau,"pungkasnya.(PR01)

Komentar Anda

Berita Terkini