-->

KTMS Minta Kementrian PU PR Perbaiki Jalan Nasional Batu Jomba Tapsel

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9 Komunitas Truk Mania Sipirok (KTMS) meminta kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Penangan Jalan Nasional (BPJN) memperbaiki ruas jalan Nasional Batu Jomba, Desa Bulu Payung Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang kondisi kerusakannya cukup parah, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas dan kerap terjadi ajang pungutan liar oleh oknum-oknum masyarakat.
" Kondisi kerusakannya sudah cukup lama dan susah. Sudah selayaknya ruas jalan tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah, karena cukup meresahkan penggguna jalan khususnya truk yang melintas di jalur tersebut, " ujar Ketua KTMS Putra Simatupang, Sabtu (24/4/2021). Ia juga mendesak agar pemerintah pusat untuk turun ke lokasi Batu Jomba melihat langsung kondisi jalur tersebut yang kerap menimbulkan kemacetan akibat truk bertonase berat terpuruk dan tidak mampu melintas di jalur tersebut, sehingga merugikan pihak truk akibat bertambahnya biaya pengangkutan. " Kiranya pemerintah membuka mata agar Jalan Nasional Batu Jomba yang kerap menimbulkan kemacetan panjang kendaraan segera dapat diperbaiki. Karena kalau tidak segera ditangani, akan berdampak terhadap tindakan kriminal diantaranya terjadi aksi pungli di jalur tersebut, " ujar Putra Simatupang yang memiliki anggota KTMS sebanyak 20 orang. Ia menyebutkan, akibat kerusakan parah di jalur Batu Jomba, banyak pengguna kendaraan yang terjebak macet panjang terutama kenderaan truk bertonase besar karena tidak mampu melintasi tanjakan yang licin dan berlobang dan hal ini sudah menjadi pemandangan dan pengalaman yang biasa apabila ada kendaraan seperti mobil atau truck yang terperosok di Batu Jomba  sehingga menimbulkan kemacetan dari dua arah, apalagi saat ini musim hujan. " Pemandangan macet yang bisa hingga berjam bahkan semalaman itu, sering terjadi disaat volume kendaraan lagi ramai, khususnya pada hari-hari libur panjang dan dikhawatirkan bakal terjadi menjelang lebaran Idul Fitri ini. Bahkan kondisi ini sudah sering terjadi dan sudah berlangsung lama dan berulang, " ucapnya. Untuk itulah kami dari KTMS, metass terpanggil atas kondisi ini dan prihatin dengan apa yang dialami para supir truk bila mengalami kejadian truk yang melintas terpuruk dan tentunya harus menunghu berjam-jam bahkan beverapa hari agar bisa lewat, sehingga wang jalan yang dibawa para supir truk habis untuk bayar warga yang turut membantu mendorong truk, maupun biaya alat berat dan biaya hidup di lokasi selama truk belum bisa keluar dari jalur Batu Jomba. " Kami dari KTMS meminta pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR Satker BPJN agar jalur tersebut segera ditangani dan kami hanya bisa men stand by kan anggota untuk membantu saja bila ada truk yang terpuruk dan membutuhkan bantuan tenaga, disamping pihaknya tetap aktif terjun ke lokasi Batu Jomba untuk melakukan penimbunan jalan secara kerja bhakti agar tidak terjadi kemacetan, " ucapnya. Terpisah, Camat Kecamatan Sipirok Sardin Hasibuan mengatakan, penimbunan (pemadatan) material secara rutin badan jalan satunya langkah sementara mengantisipasi terjadinya kemacetan yang terjadi di jalur Batu Jomba. " Meski demikian saya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur Batu Jomba agar lebih berhati-hati demi keselamatan jiwa dan diharapkan jalur Batu Jomba segera pulih dan meminta kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini