-->

Launching YKAPI Sekaligus Seminar Online Bedah Buku Mendidik Anak Tanpa Kasar

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Kekerasan terhadap anak di berbagai ruang kehidupan masih sangat tinggi dan menjadi kekhwatiran kita semua, bahkan ruang-ruang terdekat anak menjadi ruang paling tinggi terjadinya kekerasan. 

Data SIMFONI Kementrian PPPA tahun 2019, misalnya, tercatat 14.085 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan, lebih dari 60% nya tempat kejadian berada di keluarga, sekolah, dan fasilitas umum. 

Jenis kekerasan fisik adalah kasus yang paling banyak dilaporkan mencapai 6.410 kasus (+40%), dan kekerasan seksual dengan jumlah 5.119 kasus (+35%), selebihnya adalah kasus-kasus kekerasan psikis (3.970), penelantaran (1.223), trafiking (141), dan eksploitasi (100.

Dapat disimpulkan bahwa kekerasan di ranah personal atau ruang domestik menjadi ancaman serius bagi perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual. Yang menjadi perhatian kita, tidak hanya pada angka kasus tahun 2019 tersebut, namun peningkatan yang terjadi dari tahun ke tahun, sehingga di asumsikan 1 dari 3 anak Indonesia, pernah mengalami kekerasan.

Sejak lahirnya UU Perlindungan Anak tahun 2002 yang diharapkan akan menjadi lentera dalam perlindungan anak secara nirmatif, namun faktanya sampai sekarang belum melihat adanya grafik penurunan data kasus kekerasan dan respon yang lebih holistik dari para pemangku kepentingan. 

Tindakan-tindakan reaksional dalam menghadapi kasus kekerasan masih menjadi pola penanganan kekerasan terhadap anak. Ketika ada kasus kekerasan anak yang viral di media, maka reaksi akan muncul dari pejabat dan publik, dari tingkat nasional sampai daerah. 

Namun peristiwa peristiwa tersebut, tidak mengubah apapun, baik kebijakan maupun pendekatan untuk merespon kasus secara holistik dan sistematis pada tingkat pencegahan, penanganan, dan pemulihan. Respon akan kembali meredup, seiring meredupnya publikasi dan kritik dari masyarakat.

Kehadiran buku kedua yang ditulis Muhammad Syafi’i Saragih, M.A berjudul “Mendidik Anak Tanpa Kasar”, merupakan oasis ditengah minimnya upaya-upaya pencegahan yang menyasar keluarga dan sekolah yang di motori langsung oleh aktor pendidik dan kelompok masyarakat. 

Istimewanya buku “Mendidik Anak Tanpa Kasar” dari aspek judul sangat sederhana dan membumi untuk dipahami publik, termasuk

orangtua dan tenaga pendidik yang akan menjadi user utama dari buku ini. Kemudian dari aspek isi, selain ada contoh-contoh kekerasan pada anak, tema pembahasan juga sangat dekat praktik-praktik yang selama ini menjadi kebiasaan dalam mendidik anak, baik didalam keluara maupun di lingkungan pendidikan sekolah.

Dengan terbitnya buku ini maka untuk menjangkau lebih luas dan sekaligus mendalami isi buku dari berbagai sudut pandang, maka Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia (YKAPI), tertarik untuk melakukan seminar dalam rangka membedah subtansi buku tersebut. 

YKAPI adalah organisasi sosial yang baru berdiri, akan memanfaatkkan kegiatan ini untuk PELUNCURAN ORGANISASI dan mengajak kerjasama berbagi pihak baik pemerintah, sektor bisnis, lembaga konsultan psikologi, jurnalis dan akademis. 

YKAPI juga masih terbuka kepada pihak-pihak mauapun yang seide dan sepaham dengan visi dan misi organisasi untuk bekerjasama.

Direktur YKAPI, Lukman mengatakan tujuan ini diadakan untuk menyebarluaskan pesan yang terkandung dalam isi buku “mendidik Anak

Tanpa Kasar” dan sekaligus respon terhadap masih tingginya kasus-kasus kekerasan terhadap anak didalam didalam keluarga, lingkungan sekolah dan di masyarakat.

"Kemudian menguatkan kemitraan mltiaktor dalam pemenuhan dan perlindungan anak, khususnya dikawasan pesisir dan pulau-pulau kecil," ujarnya.

Seminar online ini digelar di hari Sabtu, 10 April 2021, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dan sebagai moderator langsung oleh Direktur YKAPI sendiri yakni Lukman.

"Opening Speech/Sambutan yakni Kepala KEMENAG Simalungun, Dewan Pembina YKAPI (Abdul Hamid), Keynote Speeach oleh DR. Muhammad Qorib, M.A (Dekan FAI UMSU), dan paparan subtansi Buku “Mendidik Anak Tanpa Kasar” Oleh Penulisnya yakni Muhammad Syafii Saragih, S.Ag. Kemudian penanggap akan dilakukan oleh:

1. DR.Rustam Pakpahan, M.A (WADEK I FTIK UINSU)
2. Misran Lubis (Direktur Konsil LSM Indonesia),
3. Irna Minauli (Psikolog/ Director Minaui Consulting)," ujarnya.

Sementara Grand Launching YKAPI tersebut akan sebagai Presenter: ESTER dan Kickoff oleh Muhammad Eriansyah (Dewan Pembina)

"Untuk total peserta ±300 orang, sasaran utama peserta adalah Mahasiswa, terutama Mahasiswa jurusan kependidikan dan juga terbuka untuk umum. Peserta akan mendapat E-sertifikat dan hadiah buku “MENDIDIK ANAK TANPA KASAR” untuk 5 penanya terpilih," pungkasnya. (PR01)

Komentar Anda

Berita Terkini