Layanan Perpustakaan Dimasa Pandemi di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Medan

harian9 author photo



Oleh: Habibah Lubis, S.Sos.

Pendahuluan 
Kata layanan menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perihal atau cara melayani. Maka Layanan perpustakaan adalah pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka jasa perpustakaan. Tujuan layanan perpustakaan adalah melayani pengunjung dan pemustaka agar mendapatkan informasi yang dibutuhkannya dengan cepat dan tepat. Layanan perpustakaan dilakukan dan dikemas sebaik mungkin agar pemustaka yang membutuhkan informasi merasa aman dan nyaman dalam pencaraian informasi yang dibutuhkannya karena sistem yang ada sangat mudah untuk dilakukannya.

Sesungguhnya perpustakaan merupakan satu tempat yang ikut terdampak Akibat Covid 19 dari semua tempat diseluruh dunia. Mungkin banyak Perpustakaan dari berbagai jenis dan di mana pun itu, akibat pandemi covid belum membuka pintunya untuk memberikan layanan, khususnya peminjaman dan pengembalian koleksi. Namun untuk perpustakaan perguruan tinggi, sedikit beruntung, karena beberapa koleksi perpustakaan dapat diakses secara via online, seperti ebooks dan ejournals. Bagaimana dengan perpustakaan-perpustakaan yang ada di sekolah. Tutupnya sekolah maka tutup pula perpustakaannya. Semakin lengkaplah penderitaan selama physical distancing yang dialami oleh guru-guru di sekolah. Terkhusus bagi para guru yang tidak dapat memanfaatkan media teknologi informasi saat ini.

Khusus bagi Perpustakaan Umum Kota Medan sekarang namanya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi perpustakaan agar pemustaka merasa aman dan nyaman berada di dalam ruangan layanan perpustakaan yakni memiliki:
1.Koleksi Bahan Pustaka atau koleksi buku yang disediakan di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.
2.Sarana Dan Prasarana yang merupakan fasilitas yang disediakan oleh DPAK Kota Medan untuk kenyamanan pemustaka yang datang berkunjung.
3.Staf atau Pustakawan adalah  pegawai yang bekerja di perpustakaan untuk melayani pemustaka
4.Pemustaka yakni masyarakat yang datang untuk mencarai informasi yang dibutuhkannya.

Akibat pandemi covid 19 ini kebiasaan sehari-hari menjadi berubah yang mengakibatkan berubahnya perilaku masyarakat dan berubahnya kegiatan masyarakat sehari-hari. Begitupula dengan perpustakaan. Kebiasaan di perpustakaan juga akan berubah sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menghentikan penularan penyakit ini, yakni harus mengikuti protokoler kesehatan yakni, memakai masker, menggunakan desinfektan dan menjaga jarak. 

Pelayanan Prima Perpustakaan 
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan yang berada di Jalan Iskandar Muda No. 270 Medan, sejak masa pandemi ini, dalam hal layanan pengunjung  mengalami perubahan jam layanan berkunjung. Sehingga sempat membingungkan masyarakat yang biasa datang berkunjung dan mencari informasi serta menggunakan fasilitas yang ada. Namun dengan kebersamaan segenap jajaran pimpinan dan pegawai tetap melakukan sosialisasi terkait dengan perubahan jam berkunjung dan peraturan protokoler kesehatan pandemi covid 19. 
Hal itu bertujuan sebagai upaya tetap melakukan pelayanan prima bagi masyarakat pemustaka yang bekunjung. 

Perubahan waktu berkunjung sebelum masa Pandemi Covid 19 yakni, Senin – Jumat: 08.00 - 19.00 WIB. Sabtu – Minggu: 09.00 s/d 17.00 WIB. Namun Jam buka dan tutup pada masa Pandemi yakni: Senin – Jumat: 08.00 - 16.15 WIB, sementara Sabtu dan Minggu layanan berkunjung ditutup. 
 
Pada masa sebelum pandemi perpustakaan buka tanpa jam istirahat, tetapi setelah pandemi diberlakukan jam istirahat dari jam 12.15 – 13.30 WIB. Hal ini juga bertujuan menghambat penyebaran Covid 19 dengan membatasi berkerumun dengan jarak dan waktu. Maka pengunjung yang berada di ruangan juga dibatasi sekitar 25 orang, bila sudah berlebih pengunjung yang sudah 1 jam berada di ruangan untuk bergantian berada di ruangan layanan perpustakaan agar tidak terjadi kepadatan dalam ruangan. 

Dianjurkan juga, bila koleksi yang dibutuhkan sudah dapat diharapakan pemustaka untuk meminjamnya dan dibawa pulang agar ruangan tidak terlalu padat. Perpustakaan Kota Medan juga menerapkan Protokol Kesehatan yaitu, memakai masker mencuci tangan disediakan didepan pintu masuk dan menjaga jarak selama berada di ruangan perpustakaan. Tentunya meja kursi disusun sedemikian rupa dengan jarak yang sudah ditentukan, setiap 1 orang pengunjung menempati 1 kursi dan 1 meja.

Walaupun protokol kesehatan ini sering dilanggar oleh pengunjung perpustakaan (pemustaka) petugas tetap terus mengingatkan. Namun apabila tetap melanggar  aturan protokoler covid 19 ini, maka harus ditindak dengan tegas. Misalnya yang tidak pakai masker dianjurkan untuk meninggalkan ruangan, yang tidak mau cuci tangan kami harus mengarahkannya ke tempat cuci tangan.  

Terlebih tentang menjaga jarak, banyak pengunjung yang menggeser meja kursi sehingga jarak antara satu pengunjung dengan yang lainnya berdekatan dan hal ini harus ditangani dengan bijak dengan meminta pengunjung untuk mengembalikan posisi meja kursi seperti semula.

Terkait pelayanan Prima , ada delapan jenis layanan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan diantaranya,  a. Layanan Umum;  b. Layanan Anak;  c. Layanan Referensi; d. Layanan Internet; e. Layanan Keliling; f. Layanan Koran dan Majalah; g. Layanan Difabel; h. Layanan Sirkulasi : Peminjaman, Pengembalian, dan Keanggotaan.

Khusus untuk Layanan Sirkulasi bagian Keanggotaan syaratnya adalah :
1.Foto Copy KTP Medan (1 lembar) 
2.Foto Copy KIA (Kartu Identitas Anak) Medan (1 lembar)
3.Pas Foto 2x3 (2 lembar)
4.Mengisi Formulir yang telah disediakan

Syarat ini diberlakukan agar Pemerintah Kota Medan mengetahui dengan pasti berapa tingkat minat baca masyarakat Kota Medan dan berapa banyak masyarakat Kota Medan menggunakan fasilitas Perpustakaan yang disediakan.
Namun untuk mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Kota Medan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan juga memberi fasilitas untuk menjadi anggota Perpustakaan dengan syarat :
1.Foto Copy KTP Daerah Asal (1 lembar)
2.Foto Copy KTM (1 lembar)
3.Pas Foto 2x3 (2 lembar)
4.Surat Aktif Kuliah
5.Mengisi Formulir yang ditandatangani dan distempel oleh Ketua Jurusan.  

Hal ini dilakukan karena banyaknya mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Medan membutuhkan fasilitas Perpustakaan Kota Medan.
Sebelum wabah virus corona semua layanan ini berjalan dengan baik, tetapi setelah wabah virus corona layanan internet dan layanan keliling ditiadakan karena layanan ini dianggap akan meningkatkan wabah virus corona. Tetapi untuk layanan keliling bila ada undangan dari instansi lain, layanan keliling akan beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Layanan e_Pusda
Layanan di Perpustakaan Kota Medan selain bekunjung, masyarakat bisa menggunakan layanan e-Pusda yang bisa dibuka melalui jaringan internet dimana pun anda berada. Hal ini lakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan agar masyarakat kota Medan bisa mendapatkan informasi tanpa harus datang ke perpustakaan.
Penutup
Selama masa pandemi covid-19 Perpustakaan Kota Medan menjalankan protokol kesehatan untuk menghambat penyebaran virus. Banyak pengunjung perpustakaan menginginkan agar perpustakaan buka seperti sebelum wabah virus akan tetapi Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Medan tidak dapat memenuhinya. Sebab dapat melanggar peraturan pemerintah untuk mengurangi masyarakat beraktifitas diluar rumah. 


Daftar Bacaan :
1. https://typoonline.com/kbbi/layanan
2.https://www.alodokter.com/memahami-epidemiologi-dan-istilah-istilahnya
Komentar Anda

Berita Terkini