Marah-Marah Saat Dikonfirmasi, Pj. Kades di Kabupaten Pakpak Bharat Dinilai Tak Ada Etika

HARIAN9 author photo


PAKPAK BHARAT| H9
Salah satu Pj.Kepala Desa di Kecamatan Tinada , Kabupaten Pakpak Bharat dinilai tak ada etika dan terkesan marah marah saat beberapa media coba konfirmasi realisasi penggunaan anggaran Dana Desa (DDS) dan Alokasi Dana Desa (ADD) TA.2020 di desa tersebut.

Hal ini bermula saat beberapa media coba mengkonfirmasi beberapa waktu lalu terkait anggaran yang  digunakan untuk pembiayaan "Penyediaan Operasional Pemerintahan Desa(ATK,Honor PPKD dan PPKD)" sebesar Rp 201.615.455  TA. 2020 yang bersumber dari ADD Desa tersebut, Pj.Kepala desa terkesan marah-marah dan enggan untuk memberikan informasi.

Saat dikonfirmasi terkait rincian apa saja anggaran yang dibelanjakan dari anggaran yang ditampung di ADD tersebut, Kades tersebut mengatakan tidak mungkin beliau ingat semua apa saja rincian yang dibelanjakan,tidak mungkin membuka semua berkasnya kembali.

"Sebentar lagi kalian juga akan mempertanyakan berapa rincian harganya," katanya dengan nada tinggi, Selasa (20/4/2021).

Selain itu, Kades tersebut juga mengatakan wartawan keterlaluan saat di wawancara, Bahkan kades tersebut beberapa kali menyebut wartawan dengan kata "kau" yang dinilai tidak ada etika selaku pejabat.

Menanggapi tersebut, D Tumangger salah seorang wartawan di wilayah Pakpak Bharat menyayangkan sikap yang dilakukan Kepala Desa tersebut. Dia selaku pejabat publik seharusnya tidak pantas beretika seperti itu.  

“Idealnya bagaimana harus bersikap sebagai seorang pejabat,harus transparan, bertanggung jawab, tidak lari dari tanggung jawab, juga harus punya budaya malu. Bukan malah  pelupa atau pura-pura lupa, atau tidak mau tahu,” jelasnya.

Jadi kalau pejabat publik tidak mengerti bagaimana harus bertingkah laku yang layak dalam posisinya sebagai pejabat publik, berartikan dia tidak siap menjadi pejabat publik.(WD-045)


Komentar Anda

Berita Terkini