Nikmatnya Pakkat, Kuliner Ramadhan Dijadikan Santapan Berbuka Puasa

HARIAN9 author photo


 PADANGSIDIMPUAN| H9
Bagi masyarakat khususnya di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), pakkat atau pucuk rotan bukan lagi makanan yang asing. Pucuk rotan muda ini merupakan salah satu pelengkap menu makanan khususnya pada bulan Ramadhan dikala berbuka puasa.

Pucuk rotan muda yang dibakar ini sudah dikenal luas, sehingga selalu dicari warga sebagai lauk teman makanan karena selain khasiatnya dapat penambah selera makan, juga karena memiliki rasa khas. Biasanya warga membeli pakkat ini untuk pemancing selera makan.
 
Makanan khas masyarakat Tabagsel ini bentuknya mirip bambu-bambu kecil yang dibakar dan banyak dijual maupun ditawarkan oleh pedagang musiman di bulan Ramadhan, sehingga kebutuhan pakkat di bulan Ramadhan sudah menjadi tradisi dan kewajiban bagi sebahagian besar masyarakat Tabagsel.
 
Dilihat dari bentuknya, tanaman rotan ini biasanya tumbuh liar di hutan-hutan dan tepi sungai yang ada di berbagai wilayah seperti di daerah Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara maupun wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.
 
Untuk mengolah agar menjadi santapan nikmat, sebelum dimakan, batang pakkat muda yang asih mentah, terlebih dahulu dibakar dengan menggunakan arang batok kelapa atau kayu sekitar 15 menit lamanya, sehingga aroma asap saat pakkat dibakar dapat menggugah selera.
 
Biasanya pakkat yang telah melewati proses pembakaran, kemudian kulit luarnya dikupas dengan pisau atau tangan, setelah dikupas akan terlihat daging pakkat berwarna putih yang bentuknya berlapis-lapis menyerupai rebung bambu dan dan itulah yang dijadikan bahan lalapan yang dicampur dengan sambal tuk-tuk atau sambal kecap maupun sambal belacan, namun juga sering digulai untuk disantap dijadikan anyang sesuai selera dan lebih lezat jika disantap bersama ikan mas yang di panggang.
 
Rasanya yang sedikit pahit dan kelat, pakkat juga dipercaya mampu menambah tenaga, mengobati darah tinggi, diabetes, rematik serta dapat menguatkan otot-otot tubuh, apalagi kalau dimakan secara rutin.
 
Untuk mencari pakkat, para pedagang pakkat biasanya berjualan dengan mendirikan meja ataupun mengunakan beca sorong sebagai tempat. Pakkat mentah maupun yang sudah dibakar dipajangkan untuk dijual kepada konsumen dengan harga bervariasi antara Rp3500.- per batang hingga Rp.5000.- per batang, tergantung dari besaran pakkan yang ditawarkan.
 
Salah seorang warga Kota Padangsidmpuan Sutan pulungan (53), Rabu (21/4/2021) mengatakan, selaku warga Kota Padangsidimpuan, untuk mencari pakkat di Kota Salak ini tidak begitu sulit. Terlebih lagi ketika bulan Ramadhan telah tiba. Puluhan pedagang pakkat dadakan memenuhi pinggiran jalan di seputaran Kota Padangsidimpuan.
 
Ia mengaku kalau ia sangat menggemari pakkat dan dijadikan menu berbuka puasa setiap hari untuk menambah selera makan. Bahkan setiap hari sepulang dari kerja, sebelum buka puasa, ia menyempatkan diri untuk beli pakkat.
 
“ Memang dulunya saya tidak suka pakkat, karena rasanya yang kelat. Tapi saat dicoba, saya semakin ketagihan dan terbukti pakkat ini dapat menambah selera makan, karena setelah dimakan mulut akan terasa manis. Bahkan berbuka puasa rasanya kurang lengkap bila tidak ada pakkat, ” katanya.
 
Sementara pedagang pakkat di seputaran Jalan Thamrin Kecamatan Padangsidimpuan Utara Zulkifli (58), menuturkan, ia sudah 53 tahun sejak tahun 1968 dan saat itu ia masih berusia 5 tahun, ia ikut dengan orang tuanya berjualan pakkat. Hasil jualan pakkat ini dapat membantu tambahan ekonomi keluarga untuk kebutuhan lebaran.
 
“ Sudah 53 tahun saya jualan pakkat ini, daripada tak ada kerjaan saat puasa (Ramadhan), yah…lumayanlah membantu ekonomi rumah tangga buat tambah biaya kebutuhan lebaran, ” ucap dia yang juga mengaku kalau tidak berjuakan pakkat ia bekerja seraburan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Diakuinya, setiap harinya selama Ramadhan ia harus menyiapkan pakkat sedikitnya 200 sampai 300 batang pakkat bakar untuk memenuhi kebutuhan pelangggan. Pakkat yang disediakannya itu mengalami penurunan dibanding 2 tahun sebelumnya yang mencapai 500 batang pakkat untuk pelanggan. Ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap sektor perekonomian masyarakat.

" Saya cukup bersyukur, 200 hingga 300 batang pakkat yang dijajakan setiap hari habis terjual, walaupun terkadang sering kurang. Tapi kita tidak berani spekulasi untuk menyediakan banyak-banyak pakkat untuk dijual, " katanya.

Pria yang sehariannya bekerja menarik beca barang maupun beca bermotor ini menambahkan, untuk berjualan pakkat ini ia harus menyiapkan modal sekira Rp.400 ribu hingga Rp.600 ribu untuk membeli 300 sampai 400 batang pakkat mentah yang dibawa petani pakkat dari Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara.
 
Harga pakkat mentah dibayar seharga Rp.1500.-sampau Rp.2500,- per batang. Kemudian ia bersama istrinya membakar pakkat untuk dijual ke pasar pada sore hari guna memenuhi kebutuhan pelanggan dengan harga Rp.2500.-s/d Rp.3500 per batang, “ kalau pakkat nya habis, dapat untung lumayan, “ paparnya.
 
Disingggung perbedaan pakkat Padang Bolak dengan pakkat dari daerah kainnya, ia menyatakan, perbedaan pakkat dari Padang Bolak dengan daerah lain sangat terlihat, karena pakkat dari Padang Bolak postur batangnya kecil-kecil dan rasanya cukup kelat dan pahit, sedangkan pakkat dari daerah lain seperti Muara Batangtoru Tapsel postur batangnya besar-besar dan ada sedikit memiliki rasa manis.
 
“  Kedua jenis pakkat ini sama khasiatnya dan nikmatnya, hanya tergantung orang yang menyukainya. Artinya, selera penggemar pakkat beda-beda, ada yang suka rasa kelat dan pahit dan ada yang suka rasa manis, “ terangnya.
 
Hal serupa juga dikatakan Asreni, pedagang pakkat di seputaran Pajak Batu Padangsidimpuan, penggemar pakkat pasti akan mencari makanan ini jika ingin menambah selera makan, bukan saja hanya saat Ramadhan.
 
Ia mengungkapkan, sudah hampir 30 tahun berdagang pakkat. Ia setiap tahun jualan pakkat di sini. Rata-rata pelanggan datang membeli pakkat rotan ini untuk buka puasa. “ Jadi saat Ramadhan, supaya selera makan lebih enak, pakkat sering dijadikan santapan, “ ucapnya.  (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini