Pemkab Tapsel Gelar Apel Gabungan Simulasi Tagana

HARIAN9 author photo


 TAPSEL| H9
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar apel gabungan simulasi Tanggap Siaga Bencana (Tagana) yang diikuti personil gabungan dari TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya di lapangan Mako Brimob Yon C Sipirok, Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, Kamis (8/4/2021).

Apel gabungan dipimpin inspektur upacara Bupati Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel Drs.Parulian Nasution, MM, dihadiri, Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, SIP, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, Kajari Tapsel Ardian, SH, MH, Danyon 123/RW Mayor Inf. Goklas Pirtahan Silaban, Danyon C Pelopor Brimobdasu Kompol Buala Zega, Dan Subdenpom 1/2-3 Lettu (CPM) Ongku Siregar.

Selain itu hadir juga Kadis Perhubungan Aji Hatorangan, Kasatpol PP Zulkifli Harahap, Kadis Lingkungan Hidup Sahrir Siregar, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kadis Kesehatan dr. Sri Khairunnisa, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Sekretaris BPBD Umar Halomoan Daulay, Camat Angkola Timur dan personel gabungan Tagana.

Bupati Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, diwakili Sekdakab Tapsel Drs.Parulian Nasution, MM, mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, SIP, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, Kajari Tapsel Ardian, SH, MH, Danyon 123/RW Mayor Inf. Goklas Pirtahan Silaban dan terkhusus kepada Danyon C Brimobdasu, Kompol Buala Zega yang sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan simulasi Tagana dalam rangka meningkatkan kewaspadaan bencana.

" Saya melihat perjalanan simulasi cukup baik dan sangat mengasikkan tanpa suatu rintangan yang berarti dan kegiatan seperti itu adalah sesuatu hal yang harus dibudayakan untuk mempersiapkan diri saat menanggulangi bencana, karena tindakan yang preventif itu jauh lebih bagus daripada refresif dan yang pasti nya lagi, pencegahan lebih baik daripada sudah terjadi bencana baru melaksanakan tindakan, " ujar Sekda.

Menurut Sekda, dari semua OPD seperti, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta dinas terkait lain tanpa terkecuali, merupakan instansi pemerintahan yang sejatinya menjadi kesatuan yang terhubungkan, bukan terpisah. Semua itu dilakukan agar antisipasi kemungkinan terjadinya bencana dapat lebih dini, sigap, tanggap, serta peka terhadap situasi.

" Secara geografis, alam Tapsel cukup rawan akan bencana. Karena setiap tahun, kita selalu dihadapkan dengan bencana, termasuk di wilayah Kecamatan Batang Toru, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur bahkan di wilayah Sipirok yang konon kabarnya area rawan gempa dari sisi vulkanologi.

" Kiranya, kegiatan simulasi bencana dapat terus dilakukan rutin sehingga dengan demikian, kesamaptaan pemerintah dan instansi terkait dalam menghadapi rintangan yang bakal terjadi, akan jauh lebih antisipatif. Saya meminta, ke depan agar selalu dan senantiasa berkoordinasi, berkonsultasi, dan berkomunikasi dengan baik sehingga tidak ada kesalahpahaman terhadap tugas-tugas, semoga sukses menyertai kita semua, " ucapnya.

Dandim 0212/TS menyebutkan, kegiatan simulasi tersebut sangat penting dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan dan skill penanganan mencegah terjadinya bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Tapsel.

" Kiranya melalui kegiatan ini kita dapat mengambil langkah-langkah komprehensif saat selesaikan masalah penanganan bencana dan Karhutla. Untuk itu saya mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian hutan serta perlunya memberdayakan seluruh stakeholder terkait, " tegas Dandim. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini