-->

Pemkab Tapsel Gelar Rakor PAM Ramadhan 1442 H dan Penanggulangan Karhutla

HARIAN9 author photo


 TAPSEL| H9
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan (PAM) Bulan Suci Ramadhan 1442 H dan persiapan simulasi penanggulangan bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021, di ruang rapat Kantor Bupati Tapanuli Selatan Jalan. Prof. Lafran Pane Sipirok, Senin (5/4/2021).

Rakor dipimpin Bupati Tapsel H.Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.PT, MM, dihadiri Kapolres Tapanuli Selatan AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel, Drs. Parulian Nasution, MM, Dandim 0212 / TS diwakili Pasi Intel Kodim 0212/TS Kapten Inf. MS. Nasution, Danyon 123/Rajawali diwakili Pasi Ops Yonif 123/Rajawali Lettu. Inf. Bawolo Setyawan, Danyon C Brimobdasu Kpmpol. Buala Zega, SH, MH, Kaban Kesbangpol Tapsel Hamdy S Pulungan, S.Sos.

Selain itu, hadir juga Ketua MUI diwakili Samsul Kamal Siregar, Ketua NU Kabupaten Tapsel KH. Abdollah Hatahap, S.Pd, para Kasat se jajaran Polres Tapanuli Selatan, Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Tapsel dan undangan lainnya.

Bupati Tapsel H.Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.PT, MM, dalam sambutannya mengatakan, rakor ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mengetahui kesiapan Pemkab Tapsel beserta Forkompimda dan lintas sektoral dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul saat memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H.

Disebutkannya, masalah yang sering muncul diantaranya lalu lintas, naiknya harga pangan dan ketersediaan barang utamanya sembilan bahan pokok (sembako) dan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu kondusifitas wilayah juga menjadi perhatian pemerintah, " ujarnya.

" Ini nanti perlu persiapan posko-posko, termasuk nanti masalah pengendalian harga-harga di pasaran dan yang tidak kalah pentingnya nanti masalah ketersediaan bahan pokok dan pertanian seperti cabai, bawang, dll. Jadi para masyarakat tidak ada kelangkaan BBM dan sembako di Kabupaten Tapsel, " tuturnya.

Terkait dengan penanggulangan bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), agar masing-masing stake holder antara Forkopimda dan para pelaku usaha membuat MoU penanggulang bencana dan perlunya dibuat embung dan kanal dalam rangka antisipasi terjadinya Karhutla.

Kemudian, perlunya mendirikan tower yang dilengkap CCTV ditempat rawan Karhutla agar lebih mudah dimonitor dan menjalin kordinasi dengan seluruh stake holder terkait apabila terjadi Karhutla.

" Seluruh pelaku usaha baik itu perusahaan perkebunan maupun pertambangan yang lokasinya rawan Karhutka, agar selalu waspada dan memberikan perhatian penuh terhadap risiko terjadinya Karhutla. Perusahaan perlu membentuk dan mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) tim siaga api yang mandiri pada masing'masing wilayah kerjanya, " terang Dolly.

Sementara Kapolres Tapanuli Selatan AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berkaitan dengan menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya 1442 H dan ia berharap akan muncul sinkronisasi kegiatan yang masing-masing disiapkan oleh jajaran Kepolisian, Pemkab Tapsel dan jajaran TNI.

Terkait keamanan wilayah, Polres dan Kodim akan tetap menyiagakan personelnya khususnya di tempat-tempat yang disinyalir menjadi titik pusat keramaian, obyek wisata yang juga rentan disalah gunakan hingga pengamanan obyek vital.

" Dalam mengantisipasi arus lalu lintas, kiranya perlu dilakukan percepatan proyek perbaikan jalan dan mempersiapkan jalur alternatif, serta menyediakan sarana transportasi dari masing-masing instansi. Selain itu juga menjamin ketersediaan sembako dan energi, melakukan operasi pasar menyediakan sarana dan prasarana tenaga medis, menyediakan unit Pemdam Kebakaran (Damkar), meningkatkan kesiapan BPBD, " terang Kapolres.

Kapolres menekankan agar pihak perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan agar menyiapkan petsonilnya untuk tanggap terhadap bahaya kebakaran baik itu di lahan milik masyarakat maupun di lahan terdekat dari lokasi perusahaan.

" Pihak perusahaan agar menyiapkan dan menyiagakan peralatan pemadam kebakaran yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila terjadi Karhutla dan membuat laporan tertulis kepada Pemda dan aparat keamanan bila terjadi Karhutla diwilayahnya masing-masing, " tegasnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini