-->

Peringati 10 Tahun PMS Indonesia, BEI dan OJK Gelar Event Bersama

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Tahun ini, bertepatan dengan 10 tahun momen kebangkitan pasar modal syariah di Indonesia, BEI, KPEI dan KSEI bekerjasama dengan Direktorat Pasar Modal Indonesia (PMS), OJK memperingati momen ini  melalui event bertema “ Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia” yang akan diselenggarakan secara virtual pada 12 April - 31 Mei 2021.

Kepala Bursa Efek Indonesia WIlayah Sumut, Pintor Nasution mengatakan selama sepuluh tahun, regulasi yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pengembangan PMS kian lengkap. 

"Ada delapan POJK terkait efek syariah, dan lima POJK terkait prinsip syariah. Pada periode yang sama, DSN MUI mengeluarkan delapan belas fatwa terkait efek syariah, dan enam fatwa terkait panduan investasi syariah," katanya, Senin (12/4/2021).

PMS Indonesia tercatat menjadi pasar modal di Dunia yang memiliki proses transaksi saham secara end to end yang memenuhi prinsip syariah. Investor bertransaksi sesuai prinsip syariah menggunakan Sharia Online Trading System (SOTS) sesuai Fatwa DSN MUI No 80 tahun 2011. 

"Ada 17 anggota bursa yang memfasilitasi SOTS. Tersedia akun khusus bagi investor saham syariah pada SOTS. Proses kliring dan penjaminan sesuai dengan prinsip syariah (Fatwa DSN MUI No 138 tahun 2020) yang dilakukan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),"katanya.

Begitupun dengan proses penyelesaian dan penyimpanan transaksi efek yang dilakukan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga sudah sesuai dengan prinsip syariah melalui Fatwa DSN MUI No. 124 tahun 2018. Saat ini juga terdapat 5 bank yang memfasilitasi Rekening Dana Nasabah (RDN) syariah yaitu dua bank umum dan tiga unit usaha bank.

"PMS Indonesia saat ini juga memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan umat dalam bentuk integrasi filantropi Islam dengan efek syariah. Diantaranya dalam bentuk zakat saham yang diluncurkan pada 2017, wakaf saham pada 2019 dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) pada tahun 2020," ujarnya.

Pada zakat saham, program penyaluran saham dan keuntungannya sebagai obyek zakat bekerjasama dengan Amil Zakat (BAZNAS) dan AB (Anggota Bursa) SOTS. Sampai saat ini terdapat 1 AB SOTS dan 1 Amil.  Sedangkan untuk wakaf saham sampai saat ini terdapat 6 AB SOTS dan 5 Nazhir.

"Agar Pasar Modal Syariah mampu bersaing dengan investasi di sektor lainnya, BEI secara konsisten berupaya mengembangkan Pasar Modal Syariah melalui program edukasi serta inovasi produk dan infrastruktur baik dari sisi demand maupun supply. Pengembangan PMS yang dilakukan BEI pada prinsipnya mendukung strategi pengembangan PMS dari OJK untuk menjadi industri PMS yang berkontribusi signifikan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan nasional yang tertuang dalam Roadmap PMS (2020-2024)," katanya.

Arah pengembangan PMS dalam Roadmap PMS tersebut diimplementasikan oleh BEI dalam bentuk Program Literasi dan Inklusi PMS untuk memperkuat basis investor syariah ritel, Program Pengembangan Efek dan Instrumen Syariah untuk memperluas bauran produk PMS, Program Pengembangan Infrastruktur PMS untuk memperkuat layanan dan landasan hukum/fatwa PMS,  Program Penguatan Sinergi dengan para stakeholder PMS, serta Pemanfaatan teknologi untuk pendidikan dan investasi Syariah.(PP04))

Komentar Anda

Berita Terkini