-->

Ribuan Ekor Ikan Lele Milik Kelompok Mina Lele Ditemukan Mati

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9

Ribuan ekor ikan lele milik Kelompok Peternakan ikan di kolam perikanan ‘Mina Lele’ di Kelurahan Panobari Hutatonga, Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ditemukan dalam kondisi sudah mati, Selasa (20/4/2021).

 
Belum di ketahui penyebab matinya ribuan ikan lele di kolam perikanan milik Kelompok ‘Mina Lele’ yang diketiuai Hermanto Sianturi, namun dugaan sementara, kematian ribuan ikan lele tersebut disebabkan perubahan cuaca yang secara tiba-tiba dan ikan-ikan yang ada di dalam kolam tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
 
Mendapat informasi atas kejadian matinya ribuan ikan lele milik masyarakat tersebut, spontan Bupati Tapsel, H Dolly Pasaribu, S.Pt, MM,langsung menghubungi Plt Kadis Perikanan dan Kadis Pertanian Tapsel, guna mengecek kondisinya. Sebab, Bupati mengaku kuatir, jika peternakan ikan lele milik masyarakat itu tidak diperlakukan secara serius, maka akan berdampak pada ternak masyarakat yang lain.
 
“ Dari hasil pantauan lapangan dan diskusi bersama Plt Kadis Perikanan bahwa ribuan ekor lele mati karena tidak mampu menyesuaikan dengan cuaca yang berubah, karena cuaca terlalu ekstrem panas dan ekstrem dingin. Untuk itu Dinas terkait harus mrlakukan penanganan serius, karena kalau air kolam bekas ikan lele yang mati dibuang sembarangan dan mengalir ke pemukiman, dikhawatirkan bisa menimbulkan penyakit, “ ujar Dolly didampingi Plt Kadis Perikanan Sofyan Adil Siregar dan Kadis Pertanian Bismark Maratua.
 
Dolly menerangkan, akibat perubahan suhu secara drastis, bisa menyebabkan tingkat keasaman dan kebasaan air jadi tinggi yang berujung pada kematian ikan. Untuk itu, Pemkab Tapsel melalui petugas lapangan mengimbau para kelompok tani supaya memperhatikan jumlah ikan, agar tidak terlalu padat dalam satu bentangan kolam.
 
“ Kita juga mengimbau petani untuk meletakkan plastik atau jaring atau terpal di dinding kolam dengan tujuan menjaga suhu air di dalam kolam, agar tidak terlalu drastis perubahannya, “ ucap Dolly.
 
Terhadap kelompok tani yang rugi akibat ribuan ekor ikan lele nya mati, Bupati menjelaskan bahwa, Pemkab Tapsel mendorong agar segera mengklaim asuransi untuk dipenuhi persyaratannya. Pemkab Tapsel juga akan berperan aktif mencari pendanaan atau program dari pemerintah atasan guna memberi semangat kepada kelompok tani.
 
“ Saya berharap, ke depannya para peternal ikan lele bisa mencari sumber pendanaan dari pemerintah atasan, agar masyarakat bisa lebih awas dan bijaksana terhadap resiko kematian ikan disebabkan perubahan cuaca, “ tandasnya.
 
Hal senada juga diungkapkan Kabid Produksi Dinas Perikanan Tapsel, Mansyardin SP, bahwa hampir 70 persen ikan lele yang berada di kolam milik kelompok peternak lele itu bermatian akibat suhu yang sangat ekstrem.
 
“ Akibat suhu dan cuaca yang berubah-ubah, imun ikan lele menjadi menurun sehingga menimbulkan bakteri yang terlalu cepat berkembang pada ikan. Untuk itu kami dari Dinas Perikanan Tapsel meminta kepada kelompok peternak lele agar menyirami kolam dengan air garam yang tidak beryodium yaitu garam ikan namanya, yang caranya, garam diaduk dalam ember,kemudian ditabur ke kolam, yang tujuannya untuk menetralkan suhu air juga, “ terang Mansyardin, seraya menyebutkan pihaknya akan mempelajari lebih lanjut terkait fenomena itu. (WD.014)
 
Komentar Anda

Berita Terkini