Salah Satu Gedung SDN di Madina Disewakan, Ini Tanggapan Ketua DPD LSM Tri Sakti Madina...

HARIAN9 author photo


MADINA| H9
Dedi Saputra, Ketua DPD LSM Tri Sakti Madina mengatakan adanya dugaan penggelapan dana anggaran khusus (DAK) di salah satu gedung sekolah dasar negri (SDN) kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut yang tertempel poster disewakan.

"Seperti hasil investigasi kami dilapangan bahwa gedung SDN Panyabungan Timur itu tidak terbayarkan oleh pihak sekolah atau dinas pendidikan kepada pihak pekerjanya sehingga pemilik nomor handphone yang ada di poster itu menyewakan bangunan itu sebab ia merasa punya hak pada bangunan tersebut," katanya kepada harian9.com, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, pihak sekolah dan pihak dinas pendidikan Madina ada main mata dibalik layar sehingga tidak terbayar pembangunan gedung sekolah tersebut dan dirinya mengaku sudah membawa permasalahan ini keranah hukum.

"Sesuai fungsi dan tugas kita sebagai sosial control, sudah membawa permasalahan ini keranah hukum dan ini sudah kami laporkan secara tertulis kepada Kejaksaan Negri Madina," tutur Dedi.

Dedi berharap penegak hukum atau Kejaksaan Madina atas laporan pengaduan mereka dengan dugaan penggelapan DAK SDN tersebut segera memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan sehingga ada dinyatakan siapa tersangkanya.

"Harapan kita kepala sekolah dan kepala Dinas Pendidikan Madina bertanggung jawab atas hal ini dan kami berharal kejaksaan negri madina secepatnya mengumumkan siapa tersangkanya pada kasua ini." harapnya

Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Madina sepertinya mengabaikan konfirmasi atau tidak sama sekali memberikan tanggapan dalam hal ini, meski tanda baca dari nomor whatsApp +62 813-7535-×××× miliknya sudah tertanda biru namun ia tidak memberikan jawaban sama sekali.

"Atau mungkin beliau lagi sibuk, sebab mengingatkan kembali bahwa diketahui baru-baru ini surat perintah (Spirint) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara sudah keluar untuk mengaudit atau memeriksa anggaran di dinas pendidikan Madina yang diduga dikorupsi oleh oknumnya sendiri," ujarnya.(Syah9)

Komentar Anda

Berita Terkini