Seberapa Besar Kualitas Pendampingan Ayah pada Anak Saat WFH

HARIAN9 author photo
ilustrasi

MEDAN| H9
WFH atau Work From Home merupakan kegiatan bekerja dari rumah, biasanya digunakan jika pekerja melakukan pekerjaan jarak jauh dan berkomunikasi maupun berkoordinasi secara digital untuk menyelesaikan pekerjaannya. 

Ricky Putra, Chief Operating Officer (COO) GREDU mengatakan bahwa istilah ini mulai banyak dikenal saat Coronavirus disease (COVID-19) merebak di seluruh penjuru dunia. 

"Sebelumnya, istilah WFH ini digunakan untuk memberi tahu kolega bahwa seseorang bekerja dari rumah pada hari tertentu atau untuk periode sementara guna meminimalisir risiko pada kesehatan dan keselamatan individu terkait. Singkatnya, pekerja tidak perlu datang ke kantor dan bertatap muka dengan para pekerja lainnya," katanya, Sabtu (10/4/2021).
 
Sejak pandemi COVID-19, WFH menjadi kegiatan wajib di beberapa sektor pekerjaan di Indonesia guna mengurangi penyebaran virus Corona. Selain itu, sekolah juga memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk para siswa. 

"Survei Pelaksanaan Pembelajaran dari Rumah dalam Masa Pencegahan COVID-19 Tahun 2020 oleh Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, menunjukkan sebanyak dua pertiga (sekitar 66,7%) pendampingan anak di Indonesia masih dominan dilakukan oleh kaum perempuan," ujarnya.

Selain itu, survei yang digelar sepanjang April hingga Mei 2020 pada orang tua di 34 provinsi tersebut menemukan penyebab utama orang tua (53,8%) tidak bisa mendampingi anak mereka belajar di rumah adalah karena tuntutan pekerjaan. Bisa dikatakan bahwa WFH tidak menjamin seorang ayah mampu mendampingi anak-anaknya secara maksimal meskipun berada sepanjang hari di rumah. Alasannya, para ayah tetap memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan kantor meski berada di rumah.
 
Menurutnya, aktivitas di luar rumah sangat menyita waktunya sehingga porsi untuk bertemu dengan anaknya sangatlah sedikit. Namun, ketika terjadi pandemi COVID-19 dan membuatnya harus bekerja dari rumah maka dihadapkan pada realita bahwa mengasuh anak ternyata tugas yang berat.
 
Melihat hal ini, GREDU merangkum kiat-kiat agar ayah bisa tetap berinteraksi pada saat WFH untuk meningkatkan kualitas pendampingan anak:
 
1.      Berdiskusi dengan anak, tentukan kapan ayah siap mendampingi.Ketika anak meminta waktu untuk bersama, maka seorang ayah sebaiknya berupaya untuk memenuhinya.

2.      Lakukan kontak mata ketika berkomunikasi dengan anak. Hal yang paling mudah dilakukan yaitu ketika berbicara dengan anak adalah mata ayah tertuju pada anaknya. Kontak mata langsung diperlukan sehingga ayah akan memahami apa yang hendak ia sampaikan dan anak merasa dihargai.
 
3.      Posisikan anak merasa diperhatikan dan disayangi. Hal sederhana namun berdampak cukup besar adalah sentuhan dari orang tua. Misalnya, ketika sudah selesai bekerja namun anak sudah terlelap, ekspresikanlah dengan sekadar memeluknya saat dia tertidur. Usahakan agar kebiasaan ini dilakukan secara konsisten oleh ibu dan ayah sehingga anak tetap merasa diperhatikan.
 
4.      Beraktivitas dengan Anak. Yang terakhir adalah ayah harus mampu beraktivitas motorik dengan anak. Cara ayah dan ibu menghabiskan waktu dengan anak sangatlah berbeda. Jika dengan ibu lebih banyak berinteraksi melalui ucapan atau sapaan dengan anak, maka ayah harus lebih mengajak anak untuk beraktivitas fisik seperti olahraga atau permainan luar ruang.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini