-->

Awal Juni, BBPLK Medan Lepas 144 Peserta Pelatihan ke Bursa Kerja

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Awal Juni ini, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja
(BBPLK) Medan melepas 144 peserta pelatihan yang sudah memperoleh sertifikasi ke bursa kerja maupun usaha mandiri.

Koordinator Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Medan, Rahmat P Siregar mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui BBPLK Medan telah melatih 144 peserta dari 9 paket di bulan Juni ini. 

"Semuanya sudah siap kerja,"ujar Rahmat didampingi Andri Misra, Kepala Jurusan Pariwisata bersama Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri (FKLPI) Hasustan Kosim, di kantor BBPLK Medan didepan wartawan, Senin (31/5/2021).

Rahmat mengakui adanya beberapa peserta yang masih dalam masa pelatihan namun sudah diterima bekerja di tempat lain. Seperti peserta di jurusan barista dan bakery, beberapa diantaranya sudah bekerja dan menghentikan pelatihan.

"Hal itu tidak masalah, karena pada dasarnya kita melatih peserta agar bisa bekerja. Peserta ini lalu menanyakan bagaimana dengan sertifikasinya? Kita bilang, silahkan bekerja, nanti saat ujian ikuti saja agar dapat sertifikatnya," katanya.

Selain itu, mengenai rekrutmen, masyarakat atau calon peserta yang mau ikut pelatihan melakukan pendaftaran secara online. Kemudian dilakukan ujian secara tertulis. Bagi yang lulus ujian tertulis, barulah bisa menjadi peserta yang kemudian bisa ikut pelatihan sesuai kelas yang diinginkan. 

"Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan BBPLK Medan, bisa mengikuti media sosial BBPLK Medan di Instagram: @bbplk_medan (https://www.instagram.com/bbplk_medan/) serta facebook di:https://facebook.com/BBPLKMedan,''sebutnya.

Sementara itu, Ketua FKLPI Sumut Hasustan Kosim mengatakan adanya aplikasi wefix untuk kalangan pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja sesuai bidangnya. 

"Dengan aplikasi, mereka yang butuh tenaga kerja bisa melihat calon-calon tenaga kerja, sertifikatnya juga dipampangkan termasuk upahnya,"katanya.(PP04)


Komentar Anda

Berita Terkini