-->

Diberlakukannya Sawit B-30, Dampaknya Sangat Mempesona

HARIAN9 author photo


JAKARTA| H9
Kelapa sawit sudah menjadi isu sentral, terkhusus setelah diberlaukannya B-30 (blending 30% minyak sawit dengan 70% solar). Dampaknya adalah sangat mempesona, harga CPO (minyak sawit mentah) dunia melambung tinggi (tertinggi pada periode 20 tahun terakhir). Tidak ada teori lain mengapa harga CPO sampai melambung tinggi kecuali hanya satu ‘serapan domestik CPO adalah control harga CPO dunia’.

Dilansir dari wartaekonomi.co.id arga TBS Petani sawit yang mengelola 42% Perkebunan sawit Indonesia pun terdampak positif. Dua kali penghujung bulan Ramadhan pun berbuah senyum bagi petani sawit di 22 Provinsi Perwakilan APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia).

Akibat melambungnya harga CPO tentu berdampak naiknya harga semua bahan makanan dan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari kosmetik, makanan, obat-obatan, industri pewarna, biodiesel, dan ribuan material kebutuhan manusia yang berbahan baku minyak sawit lainnya.

Petani sawit yang 42% pengelola perkebunan sawit di Indonesia patut mendapat bintang lima, mengapa? Ya karena produk Biodiesel (B30) adalah sumbangsih maha karya dari petani sawit, sekalipun harga CPO melambung tinggi namun harga Biodisel di SPBU tetap stabil, ini dikarenakan sumbangan Petani sawit melalui Pungutan Eksport (PE) 255 USD per ton CPO tujuan eksport, yang di pungut-kelola oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, di bawah kendali Kementerian Keuangan).

Semakin melambung harga CPO dunia maka sumbangan Petani yang dipungut (PE) oleh BPDPKS akan semakin naik (progresif). Perlu dicatat bahwa PE ini bukan pajak, bukan APBN, tapi lebih tepat disebut sumbangan yang dikelola oleh BPDPKS, berbeda dengan Bea Keluar (BK) CPO yang disetor ke negara (pajak).  

Jika menggunakan harga patokan CPO dunia, maka harga Biodisel (biosolar) di SPBU bisa pada angka Rp. 10.600/liter atau lebih, karena faktanya harga CPO (minyak mentah sawit) pada dua tahun terakhir jauh diatas minyak bumi. 

Maka dengan Pungutan Ekspor tadi masyarakat Indonesia cukup membayar Rp.5.150/liter Biosolar di SPBU, kren kan?. Bauran (blending) minyak sawit dengan minyak solar murni ini adalah pilihan matematis berwarna merah putih, itu adalah fakta, bukan hoaks, dan petani sawit menyumbang 42% untuk bauran tersebut, semakin terpesona kepada petani sawit Indonesia.**

Komentar Anda

Berita Terkini