-->

Diduga Ada Penyelewengan Dana Hibah, BUMDes PON Jaya di Laporkan ke Kejari Sergai

HARIAN9 author photo

 

SERDANG BEDAGAI | H9

Diduga kuat ada penyelewengan pada penggunaan anggaran penyertaan modal. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) PON Jaya Desa Pon Kecamatan Sei Bamban dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai). 

Menurut informasi, ada dugaan mark up dalam penggunaan anggaran penyertaan modal Pemerintah Desa PON kepada BUMDes PON Jaya sebesar Rp.464 juta. Adapun rinciannya yakni pada tahun 2017 disalurkan sebesar lebih kurang Rp 346 juta dan pada tahun 2018 sebesar Rp.100 juta. 

Dari laporan tersebut dibeberkan, bahwa pada tahun 2017 lalu, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa PON menyalurkan dana sebesar Rp 346 juta kepada BUMDes PON Jaya. Dana tersebut dipergunakan untuk membeli satu unit mesin percetakan baru senilai Rp. 250 juta. Pembelian mesin itu diduga ada penyelewengan dana dan mark-up lebih kurang Rp. 100 juta. 

Selanjutnya pada tahun 2018 Pemerintah Desa PON kembali mengucurkan dana sebesar Rp.100 juta untuk penyertaan modal kepada BUMDES PON JAYA. Untuk tahun 2018 ini, belum diketahui secara pasti laporan keuangannya dan dipergunakan untuk program apa oleh BUMDes PON Jaya.

Dalam laporan tersebut juga diterangkan, bahwa hingga kini unit usaha percetakan yang dijalan oleh BUMDes PON Jaya tersebut sudah tidak berjalan lebih kurang satu tahun dan mengalami kerugian besar. 

Terkait hal ini, Kajari Sergai Donny SH melalui Kasi Intel Agus Adi Admaja, SH saat dikonfirmasi melalui Ponselnya, Rabu (26/5/2021) membenarkan telah menerima laporan tersebut dan akan segera melakukan penyidikan. 

"Laporan terkait BUMDes tersebut sudah kami terima, pada hari senin (24/5/2021) lalu. Selanjutnya akan segera kami lakukan penyelidikan," kata Kasiintel Agus Adi Atmaja.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini