-->

Diduga Galian Tanah Urug Di Bukit Suling Aceh Tamiang Tanpa Izin

HARIAN9 author photo

 

ACEH TAMIANG| H9
Tanah berserakan, berdebu disepanjang Jalan menuju kecamatan Rantau dan terpantau oleh para wartawan, bahwa diduga itu semua bersumber dari pekerjaan galian tanah urug di Bukit Suling Kampung Rantau Pauh, Aceh Tamiang, Sabtu (1/5/2021). 

Mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan galian tanah urug tersebut, para wartawan coba melakukan konfirmasi dengan pekerja yang mengawasi truk, namun ianya enggan menjawab dan mengatakan mereka hanya pekerja. 

Konfirmasi dilanjutkan dengan Siti Adnen Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Rantau Pauh, melalui sambungan telepon seluler dinomor 08xxxxxxxx, namun ianya hanya menjawab, "saya tidak tahu persis dan diarahkannya ke Sekretaris Desa," ujarnya. 

Sesuai arahan Datok Penghulu, Hakim Sekretaris Desa didampingi Pardilan Kepala Dusun Bukit Suling menemui para Wartawan dilokasi kegiatan galian tanah urug dan disampaikannya, izin secara tertulis tidak ada, namun secara lisan ada,"itupun sipemilik tanah, bukan pelaku usaha galian. Mereka melakukan aktivitas sudah lebih dari tiga bulan dan tidak ada pemasukan untuk Desa, hanya saja menggunakan tenaga kerja dari Rantau Pauh, serta ada juga mereka menyumbang secara langsung ke Mesjid," tegasnya. 

Sementara itu, Kapolsek Rantau dihubungi melalui telepon seluler dinomor 08xxxxxxxxxx mengatakan, terkait izin galian tanah urug tersebut belum mengetahuinya, dan mereka sama sekali tidak pernah datang untuk melakukan pemberitahuan terkait kegiatannya.

"Saya sarankan agar rekan-rekan Wartawan dapat langsung ke Dinas terkait dan kami nantinya juga akan berkoordinasi dengan Polres Aceh Tamiang, karena ada juga galian tanah urug disekitar tersebut yang sudah punya izin, namun untuk lokasi ini belum bisa dipastikan.

Zulherman koordinator solidaritas wartawan mengatakan, pekerjaan dengan anggaran miliyaran rupiah, tapi tidak didampingi konsultan saat pelaksanaan dilapangan,

"Ini harus menjadi perhatian semua pihak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang tidak mengetahui kegiatan pemasangan pipa air minum di wilayah kerjanya dan ditambah lagi tidak ada yang mengawasi pekerjaan tersebut, terus bagaimana hasilnya bisa dipertanggungjawabkan, "tegas Zulherman.

Sebelumnya, para Jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan telah melakukan konfirmasi dengan Direktur PDAM Tirta Tamiang, pada Rabu (28/4/2021). Kegiatan tersebut kembali berlanjut dengan turun langsung kelokasi pekerjaan pemasangan jaringan pipa air minum, di Kecamatan Rantau, sabtu (1/05/2021).

Dilokasi kegiatan, terlihat pada papan nama proyek pekerjaan optimalisasi Spam IKK Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, nomor kontrak : HK. 02.03/PPK-AM/Kont/24203, tanggal kontrak : 30 Desember 2020, nilai kontrak : Rp. 2.424.067.000, kontraktor pelaksana PT. TH, konsultan supervisi GK, sumber dana APBN anggaran tahun 2021 Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Aceh Pejabat Pembuat Komitmen Air Minum, waktu pelaksanaan 180 hari kelender. (WD-013). 


Komentar Anda

Berita Terkini