-->

Insiden Kebakaran PT.SMGP, Warga : PT Itu Harus Ditutup Sementara

HARIAN9 author photo


 MADINA| H9
Insiden kebakaran yang terjadi siang hari (jumat, 14/5/2021) di Welpad A yang dikelola PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menambah deretan daftar buruk catatan hitam pengelolaan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Sorik Marapi.

PT.SMGP atau perusahaan pertambangan panas bumi ini beropersai diwilayah atau kawasan kecamatan puncak sorik marapi kabupaten Mandailing Natal lagi-lagi menimbulkan masalah baru usai menelan 5 korban jiwa karena membocorkan gas beracun kini menimbulkan rasa ketakutan warga sekitar karena kobaran api dari Welpad A lokasi pengeboran PT.SMGP itu.

"Masih dalam suasana lebaran hari ke dua, saat masyarakat asyik untuk silaturrahmi. Kita dikejutkan dengan insiden kebakaran di Welpad A dengan asap hitam yang mengepul ke langit. Biarpun tak ada korban jiwa, insiden ini sangat meresahkan dan bisa saja mengancam nyawa dan keselamatan masyarakat. Bahkan ratusan masyarakat terpaksa harus mengungsi" tegas Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Madina kepada Wartawan. jum'at (14/05/2021).

Dijelaskan, masyarakat masih dihantui rasa traumatik dengan insiden gas maut H2S yang merenggut 5 nyawa dan 52 orang lainnya terpaksa dalam perawatan serius, yang saat ini kasus hukumnya masih kabur dan belum ada penetapan tersangka dari pihak kepolisian kepada pihak PT SMGP.


Kini ada babak baru insiden kebakaran di PT.SMGP yang membuat masyarakat semakin takut, waswas dan resah karena insiden demi insiden yang ditimbulkannya.


"Sungguh nurani kita terusik. Hal ini semakin membuktikan bahwa pengelolaan PT SMGP dinilai amatiran, sembrono dan amburadulnya manajement PT SMGP yang konon katanya perusahaan raksasa multi nasional itu" timpal Alhasan Nasution,S.Pd mantan Ketua Karang Taruna Kabupaten Madina itu ditempat terpisah di hari yang sama.

Untuk itu, Al Hasan yang mantan Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kab Madina ini meminta secara tegas agar Kementerian ESDM dalam hal ini Direktur Panas Bumi EBTKE lebih arif menyikapi persoalan-persoalan di PT.SMGP dengan memberikan sanksi penghentian sementara aktivitas PT.SMGP secara totalitas akibat korporasi tersebut sama sekali tidak menunjukkan iktikad  baik untuk melakukan perbaikan manajemen.

Dan PT.SMGP dinilai tidak mengedapankan SOP (standard operating procedure) dan standar baku yang berlaku sesuai regulasi.

"Masyarakat harus diberikan jaminan perlindungan dan keselamatan. Jangan hanya terkesan melindungi kepentingan perusahaan dengan dalih investasi, kemudian masyarakat yang terus jadi korban" bebernya.

"Keselamatan rakyat harus dijadikan hukum tertinggi. Insiden ini menyangkut nyawa rakyat, PT.SMGP harus ditutup sementara demi memenuhi rasa keadilan dan kemanusiaan. Dan Kementerian ESDM harus bertanggungjawab dan memberikan garansi bahwa aktivitas PT.SMGP tidak lagi melakukan kesalahan fatal dalam aktivitas perusahaan" harapnya.
(Syah)
Komentar Anda

Berita Terkini