-->

Kolaborasi OJK dan PEMDA melalui TPAKD Dorong Transformasi UMKM Berbasis Digital

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Pandemi Covid-19 telah memberi dampak terhadap keberlangsungan UMKM. Salah satu solusi dan strategi jitu dalam rangka mendorong pemulihan UMKM yang selama ini menjadi motor penggerak perekonomian, yakni mendorong transformasi UMKM yang masih berbasis konvensional menjadi berbasis digital baik dari aspek pemasaran maupun sistem transaksi pembayaran usaha.

Strategi inilah yang coba diimplementasikan oleh OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Se-Sumatera Utara melalui pelaksanaan kegiatan Business Matching UMKM Sumut Go Digital

Kegiatan ini berupa fasilitasi pelatihan dan pendampingan kepada UMKM binaan pemerintah daerah untuk menjadi seller aktif pada Marketplace dan penggunaan sistem pembayaran online QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Kegiatan ini dilakukan secara virtual, bertahap dan berkelanjutan melibatkan partisipasi perwakilan UMKM dari binaan pemerintah daerah di 33 kabupaten/kota se- Sumatera Utara. 

Kegiatan tersebut pada tahun 2021 telah diselenggarakan sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 15 April, 27 April, dan 6 Mei 2021 yang telah diikuti sekitar 300 pelaku UMKM dari 21 Kabupaten/Kota. Adapun materi yang disampaikan yakni Pemasaran Digital Melalui Jejaring Marketplace oleh PT Shopee Indonesia, dan Digitalisasi Transaksi Pembayaran Melalui Pemanfaatan QRIS oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Yusup Ansori, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Utara dalam sambutannya pada kegiatan Business Matching UMKM Sumut Go Digital tahap ke-3 menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk upaya kolaboratif TPAKD se-Sumatera Utara dalam rangka penguatan UMKM terutama di masa pandemi. Penguatan akses pemasaran dan sistem pembayaran UMKM berbasis digital ini juga sebagai upaya untuk percepatan akses keuangan atau kredit/pembiayaan UMKM. 

"Berdasarkan data OJK pada triwulan 1 2021, program akses keuangan terutama kredit/pembiayaan pada sektor UMKM terus dioptimalkan,"katanya belum lama ini.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah terealisasi Rp2,74 Triliun kepada 68.598 debitur, disertai penguatan akses pada pelaku usaha pertanian melalui program KUR Klaster yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem baik pada aspek pembiayaan, asuransi, offtaker, dan pendampingan yaitu Bank Pelaksana KUR, Asuransi Pertanian, Pemda, Perusda, termasuk Bumdes. 

Program KUR Klaster ini telah terealisasi di Kabupaten Dairi sebesar Rp10,6 Miliar kepada 627 petani komoditas kopi, yang telah direplikasi di Kabupaten Tapanuli Utara dengan piloting saat ini sebanyak 40 petani Jagung.

Fasilitasi pemasaran dan sistem pembayaran digital ini juga merupakan wujud kontribusi nyata TPAKD Sumatera Utara dalam mensukseskan program nasional pemerintah yang menargetkan penambahan 6 juta UMKM Go Digital pada tahun 2021, mengingat dari 65 juta UMKM di Indonesia, baru 13 persen atau 8 juta UMKM yang telah masuk ranah digital sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2020. 

Dengan mendorong UMKM bertransformasi digital, maka akan membantu UMKM dapat kembali berjualan secara offline dan online dengan pasar yang lebih luas, dengan mekanisme yang lebih efisien, praktis, higienis, terhindar dari uang palsu, dan ikut mencegah penyebaran virus Covid-19, serta dapat membentuk Credit Profile bagi UMKM untuk akses kredit/pembiayaan. 

“Besar harapan kami, partisipasi aktif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh 33 Pemerintah Kabupaten/Kota serta stakeholders terkait lainnya dalam mengimplementasikan kegiatan ini di masa mendatang, maupun dalam penyelenggaraan kegiatan serupa yang diinisiasi oleh masing-masing pihak”, tutup Yusup.

Dr. Ir. Hj. Sabrina, M.Si selaku Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Koordinator TPAKD Provinsi Sumatera Utara turut hadir membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan juga PT Shopee Indonesia selaku mitra kerja TPAKD. 

Upaya TPAKD dalam mentransformasikan UMKM di Sumatera Utara agar berbasis digital merupakan sebuah keharusan di tengah kemajuan teknologi informasi, agar dapat semakin berdaya saing global, terlebih di masa pandemi Covid-19 seluruh pihak tentunya mengharapkan agar penerapan New Normal dapat juga diaplikasikan oleh pelaku UMKM melalui keberadaannya di jejaring marketplace dan digitalisasi sistem pembayaran. 

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara senantiasa menyambut baik dan mendukung inisiasi para pihak dalam rangka pemulihan ekonomi kerakyatan, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, dimana banyak sekali yang harus segera dibenahi. Peranan dan keberadaan TPAKD Provinsi Sumatera Utara akan terus kami tingkatkan, dan besar harapan kami seluruh TPAKD Kabupaten/Kota dapat terus berinovasi dan memberikan yang terbaik”, tutur Sabrina.(PR01)


Komentar Anda

Berita Terkini