-->

Pasien BPJS Bisa Menolak Tawaran Obat Mantap Dari Dokter RS

HARIAN9 author photo


 MADINA| H9
Peserta atau pasien yang menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa menolak tawaran pihak rumah sakit (RS) jika ditawari obat mantap yang berbayar.

Jika dokter di RS yang menawarkan obat mantap kepada pasien BPJS atau obat yang katanya diluar tanggungan BPJS itu bisa di tolak karena obat yang disediakan atau yang ditanggung BPJS itu sudah obat yang terjamin mutunya.

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Juanda Radityo Utomo,S.farm.Apt, saat melaksanakan Sosialisasi jaminan kesehatan nasional & kartu indonesia sehat (JKN & KIS) di Jl.Willem Iskandar Pasar lama panyabungan tepatnya di Kantor BPJS Kabupaten Madina Sumut, jum'at (07/05/2021).

"Pasien BPJS berhak menolak tawaran dokter untuk menggunakan obat mantap atau obat paten yang diluar tanggungan BPJS karena obat yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan itu sudah terjamin bagus" ujarnya

Juanda juga menginginkan kepada seluruh masyarakat terkhusus warga Madina yang belum memiliki BPJS untuk segera mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Kesehatan demi melindungi keluarga.

"BPJS Kesehatan itu penting, karena ini merupakan perlindungan kita maupun Negara kepada masyarakat disektor Kesehatan" ucap Juanda

Kacab BPJS juga menuturkan jika partisipasi masyarakat Mandailing Natal terhadap kepemilikan BPJS Kesehatan ini belum mencapai target yang diinginkan atau 100 persen.

"Saat ini jumlah peserta yang terdaftar di BPJS Kesehatan yakni diangka 68,98 persen atau sekitar 337.617 dari 489.471 jumlah penduduk Mandailing Natal. 

Terpisah, Soerang pasien atau peserta BPJS yang menjalani Operasi bersalin di RS Permata Madina yang berinisial SS (27) mengaku pernah mengalami tawaran obat mantap dari pihak Rumahsakit tersebut, karena dirinya ingin  cepat sembuh luka operasinya atau merasa takut obat yang ditanggung BPJS kurang mantap terpaksa ia ambil paket obat yang ditawarkan oleh pihak RS atau Dokter.

"Saya baru menjalani operasi bersalin untuk anak pertama saya di RS Permata Madina, ya karena ingin cepat sembuh saya terima saja tawaran itu apalagi karena ada tawaran itu saya juga curiga kalo obat dari BPJS itu kurang bagus atau reaksi lambat untuk kesembuhan" kata SS pasien operasi bersalin itu.

Hal yang hampir sama yang di alami oleh AHD peserta BPJS atau pasien yang mengalami sakit perut, dia berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, LR mengaku pernah ditawari obat yang diresep oleh pihak RS ketika banyaknyang tidak ditanggung oleh BPJS.

"Kejadiannya memang sudah lumayan lama hampir 6 bulan yang lalu masih Drg.Bidasairi Direktur Rumah Sakit (RSUD panyabungan) ya ketika saya menerima catatan resep obat dari pihak Rumahsakit banyak yang tidak ada di apotik Rumahsakit setempat terpaksa saya beli keluar Rumahsakit." timpal AHD.

Komentar Anda

Berita Terkini