-->

Pimpin Apel Gelar Pasukan Ketupat Toba 2021, Bupati Tapsel Himbau Warga Tidak Mudik

HARIAN9 author photo


 TAPSEL| H9
Bupati Tapanuli  Selatan H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.PT, MM menhimbau kepada warga untuk tidak mudik sesuai anjuran pemerintah, guna mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia, bahkan Indonesia.

Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli  Selatan H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.PT, MM selaku inspektur upacara pada Apel gelar pasukan Ketupat Toba 2021, dalam rangka kesiapan gabungan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H / 2021 M pada masa pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bertempat di lapangan Bola Sarasi Desa Bintuju Kecamatan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (5/5/2021)
 
Apel gelar pasukan Ketupat Toba 2021, dihadiri Kapolres Tapanuli Selatan AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, Dandim 0212/TS Letkol IInf. Rooy Chandra Sihombing, SIP, Dan Yon C Brimobdasu Sipirok diwakili AKP M. Purba, Dansub Denpom Lettu CPM Ongku Siegar, ZA, PJU Polres Tapanuli Selatan, PJU Kodim 0212/TS dan Yon 123/RW, pimpinan OPD Pemkab Tapanuli Selatan, serta diikuti peserta upacara dari Polri, TNI, BNPB, Damkar dan Dinas terkait.
 
Selama pelaksanaan apel gelar pasukan berlangsung, tetap memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) yang di anjurkan oleh pemerintah seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M) guna mencegah penyebaran virus Corona.
 
Lebih lanjut Dolly menyampaikan, bahwasanya di tahun ini pemerintah telah memutuskan untuk melarang kegiatan perjalanan mudik bagi seluruh masyarakat yang dimulai pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.
 
“ Ini adalah tahun kedua dimana pemerintah telah melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri, karena situasi pandemi Covid-19. Kita menyadari bahwa larangan pemerintah ini tidak serta merta dipatuhi masyarakat, sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi,” ujarnya.
 
Dijelaskan Dolly, menurut hasil survey Kementerian Perhubungan terhadap masyarakat, apabila pemerintah tidak melarang mudik maka akan terjadi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang, namun apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik sebesar 27,6 juta orang atau 11 persen.
 
“ Pengalaman tahun lalu berbagai modus dilakukan masyarakat untuk mengelabui petugas agar dapat lolos sampai di tempat tujuan mudik. Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita dan lebih utama lagi begitu tingginya niat serta gigihnya masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik, sehingga perlu antisipasi dan kesiapan petugas, “ tuturnya.
 
 
Disamping itu, Dolly mengatakan, bahwasanya pemerintah saat ini masih terus berjuang untuk menekan lajunya perkembangan Covid-19 dengan berbagai kebijakan antara lain pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan dengan (3 M), kegiatan vaksinasi dan terakhir PPKM mikro yang dinilai cukup efektif. 
 
“ Kita harus bahu-memanhu dan saling bersinergi dengan instansi terkait beserta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan lajunya perkembangan Covid-19. Penurunan transmisi penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini jangan menjadikan kita lengah, sehingga kita mengabaikan protokol kesehatan, “ imbuhnya.
 
 
Bupati juga mengatakan, kegiatan-kegiatan keagamaan utamanya pada Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, harus dilakukan dengan penerapan Prokes yang ketat sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor : Se.03 tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H 2021.
 
“ Cegah agar masyarakat tidak bermain petasan maupun kembang api yang membahayakan keselamatan jiwa pada saat Idul Fitri 1442 H tahun 2021, koordinasikan dengan satgas covid-19 dan stakeholder terkait lainnya untuk lakukan pengawasan secara ketat terhadap tempat-tempat wisata agar membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari daya tamping, “ tegasnya.
 
Sebelumnya, Bupati Tapanuli  Selatan H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.PT, MM bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi kepolisian terpusat Ketupat Toba Tahun 2021 kepada perwakilan pesonil. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini