Proyek KOTAKU Kelurahan Alur Dua, Langkat Diduga Tidak Tepat Sasaran

HARIAN9 author photo


 LANGKAT| H9
Proyek Kota tanpa Kumuh ( Kotaku) wilayah Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat di duga tidak tepat sasaran .Selain tidak tepat sasaran  juga terindikasi dugaan penyimpangan pos anggaran yang tidak sesuai dengan proposal seperti upah pekerja Rp.90.000 seharusnya Tukang Rp 125.000 menjadi Rp.90.000 sedangkan Kernet seharusnya Rp.100.000 menjadi Rp.90.000 ,semua upah di potong baik tukang maupun kernet juga penyimpangan lainnya .

Hal ini di sampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Tameng Perjuangan Rakyat(DPD LSM Temperak) Kabupaten Langkat Fahmi Waldi Nasution, SH, kepada Kru H9,Rabu(26/5/21).

Menurut Fahmi hasil investigasi di lapangan ada beberapa temuan yang patut di duga bermasalah seperti Alat Pelindung Diri, Upah pekerja, Bestek dan plank Proyek. 

Lebih lanjut Fahmi memaparkan satu persatu temuannya kepada Kru H9. Selain mendapatkan intimidasi dari oknum BKM dia juga menyesalkan adanya klaim dari  oknum bahwa  proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruangan( PUPR) Langkat merupakan proyek Kotaku yang sedang di kerjakan 

Fahmi juga menjelaskan dalam Pengerjaan infrastruktur seperti Drainase yang di kerjakan adalah milik PUPR Langkat. Begitu juga upah tidak sesuai dengan yang di ujukan dalam proposal Badan Keswadayaan Masyarakat ( BKM)  sapta Asri,seharusnya tukang di bayar upahnya sebesar Rp.125.000 dan kernet Rp 100.000 menjadi Rp.90.000. Sementara sebagai bentuk transparansi keterbukaan sebagai informasi Publik di setiap lokasi seperti Lingkungan I Terowongan,Gang Damai Lingkungan III Suka Jadi,Lingkungan VII Gang Amal Piturah Kelurahan Al uur Dua.  seharusnya pihak pelaksana pekerjaan seharusnya memasang Plank Proyek.

Lebih parah lagi saat LSM Temperak mau melakukan koordinasi, ada oknum BKM berinisial F mengeluarkan kata kata kasar dan pengancaman terhadap Ketua DPD LSM Temperak Kabupaten Langkat Fahmi Waldi Nst,SH ,papar Fahmi.

Dalam kesempatan tersebut Fahmi juga membeberkan soal sikap arogansi dari kordinator BKM Sapta Asri oknum F dalam dugaan penyalahgunaan  anggaran PNPM Mandiri/ KOTAKU  ke kantor KMW / PT Surya  Abadi dan kantor BPPW Sumatera Utara  di Medan. 

Akibat adanya laporan dari DPD LSM Temperak maka diadakan Mediasi tanggal 20 Mai 2021 di Aula kantor Pemerintahan  Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat turut di hadiri pihak PT Surya Abadi, Kepala Pemerintahan Kelurahan Alur Dua, Babinkamtibmas  Sei Lepan  Askot Kabupaten Langkat,  Poskel Kabupaten Langkat, BKM Sapta Asri dan warga, hasilnya baru plank Proyek terpasang. 

Kepada harian9.com, Ketua DPD LSM TEMPERAK Fahmi Waldi Nasution,SH  akan melaporkan kasus temuan ini akan di tindak lanjuti ke ranah Hukum.

Di tempat terpisah Kordinator BKM Sapta Asri Kelurahan Alur Dua Faisal ketika di konfirmasi ,Kamis(27/5/21) mengatakan tidak benar apa yang di sampaikan Ketua LSM Temperak Kabupaten Langkat mengenai dugaan tidak tepat sasaran.

Menurut Faisal semua pekerjaan Kotaku sudah di setujui para pekerja dengan menerima upah  Rp.90.000.Soal tudingan upah seharusnya Rp.125.000 itu bersifat usulan ke Dinas terkait di Medan.Dari usulan Rp.125.000 terealisasi menjadi Rp.90.000 sudah di setujui Dinas terkait

Lebih lanjut Faisal menjelaskan setelah ada persetujuan dari Dinas terkait maka proyek Kotaku bisa di kerjakan.

Begitu juga soal tudingan Proyek PU , memang benar proyek lewat program PNPM Drainase tersebut kondisinya kurang baik maka kami perbaiki .

"Soal alat pelindung Diri ( APD) kata Faisal hanya di beri untuk 30  orang karena sudah mau dekat hari Raya Idul fitri para pekerja minta semua proyek di kerjakan  tenaga kerjanya di ambil dari  setiap Lingkungan untuk di beri pekerjaan, soal Plank kini sudah terpasang," papar Faisal (WD.042 )
Komentar Anda

Berita Terkini