-->

Anggota DPRD Dorong Pemerintah Membangun Bendungan dan Irigasi Persawahan di Aek Bilah Tapsel

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapsel Rawi Ritonga siap untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel membangun bendungan dan irigasi persawahan di Kecamatan Aek Bilah Kabupaten Tapsel khususnya di Desa Tapus Godang, mengingat selama ini kebutuhan air untuk sawah warga hanya bersumber dari air sungai Aek Balimbing dengan cara di bendung dengan menyusun batu sungai secara gotong royong masyarakat agar air bisa naik ke areal persawahan.

 
“ Bendungan dan jaringan irigasi itu, nantinya akan mendukung pengembangan potensi pertanian, karena daerah Tapus Godang sudah memiliki lahan sawah namun hanya sawah tadah hujan dan saya berharap bendungan ini segera dibangun untuk mengairi persawahan agar bermanfaat bagi masyarakat, “ ujar Politisi Partai Golkar ini dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 meliputi Kecamatan Aek Bilah, SD Hole dan Kecamatan Arse, Sabtu (5/6/2121)
 
Menurutnya, sungai Aek Balimbing yang merupakan batas wilayah Desa Huta Baru dan Desa Tapus Godang Kecamatan Aek Bilah sangat berpotensi untuk mendukung sector pertanian di daerah tersebut dan masyarakat sering memanfaatkan air sungai untuk mengari lahan persawahan dengan cara bergotong royong membendung dan menyusun batu sungai agar air bisa naik ke areal persawahan warga melalui saluran air yang dibuat warga.
 
“ Belum adanya bendungan dan irigasi untuk mengairi persawahan, memaksa petani bercocok tanam hanya mengandalkan tadah hujan dan kalau musim kemarau, terpaksa dasar sungai Aek Balimbing yang melintas di pinggir persawahan harus di bendung dengan menumpukkan batu sungai yang dilakukan secara bergotong royong oleh warga petani, “ tuturnya.
 
Disebutkannya, dampak dari minimnya sarana bendungan dan irigasi pertanian, produksi padi semakin berkurang dan warga masyarakat mulai beralih ke usaha lain seperti perkebunan dan meninggalkan lahan persawahan terlantar begitu saja.
 
“ Diperkirakan ada puluhan hektar luas sawah di daerah Tapus Godang. Namun yang berproduksi dan diusahai hanya sebahagian saja dan selebihnya tidak diusahai lagi dan diterlantarkan begitu saja sehingga menjadi semak belukar akibat tidak adanya bendungan dan irigasi untuk mengairi persawahan, “ ucapnya.
 
Dia juga mengaku mendapat informasi dari masyarakat sewaktu melakukan reses, yang mana selama ini petani sering bersoal tentang kebutuhan air untuk persawahan, karena tiap warga memiliki kepentingan masing-masing soal pemanfaatan air agar dapat menanam padi dan sejak duhulu warga bisa menanam tiga kali setahun, tapi sekarang tidak bisa, karena masalahnya debit air sungai terus berkurang apalagi di musim kemarau sehingga tidak bisa mengairi sawah.
 
“ Untuk memastikan ketersediaan air, perlunya dibangun bendungan dan jaringan irigasi agar bisa dialirkan ke sawah dan saya yakin betul, jika bendungan dan jaringan irigasi pertanian sudah ada, area persawahan di Desa Tapus Godang Kecamatan Aek BIlah ini akan subur sekali dan petani juga akan bisa menikmati air bendungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengolah lahan pertanian atau perkebunan, “ terang Rawi.
 
Ia juga yakin, kalau bendungan dan irigasi sudah terbangun dengan permanen, petani pasti akan sungguh-sungguh untyk mengolah kembali lahan pertanian yang sempat diterlantarkan selama ini.
 
“ Nah, kalau bendungan dan jaringan irigasi sudah ada, tentunya dapat meningkatkan produksi dan jumlah panen persawahan yang dialiri bendungan tersebut dan akan memudahkan warga Desa mendapatkan air, baik untuk memenuhi kebutuhan harian maupun untuk mengairi lahan pertanian, “ ucapnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini