Berambisi Bermanfaat, Mahasiswa FISIP USU Banyak Melakukan Kegiatan Positif Selama PKL

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Covid-19 yang sudah melanda dunia selama dua tahun belakangan ini benar-benar membuat tatanan kehidupan masyarakat berubah drastis. Tidak hanya di dunia kerja yang menerapkan work from home bagi para karyawan , tetapi pelajar dan mahasiswa pun merasakan dampaknya karena diharuskan untuk belajar dari rumah. Hal tersebut membuat pelajar dan mahasiswa banyak yang merasa stres dan menimbulkan masalah-masalah baru seperti minat belajar yang menurun, kecanduan game online, kecanduan sosial media bahkan depresi dan memilih 
mengakhiri hidupnnya.

Begitu juga yang hampir dialami oleh mahasiswi Ilmu kesejahteraan Sosial FISIP USU Siti
Latifah Sipayung yang sangat bosan dengan kuliah online yang dijalaninya. Namun ketika
memasuki semester enam dan mengharuskan ia mengambil mata kuliah wajib yaitu PKL 1 atau Praktik Kerja Lapangan membuat kehidupannya lebih berwarna dan bermanfaat. Gadis yang biasa dipanggil Latifah tersebut melakukan PKL 1 di Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang bersama ketiga temannya kurang lebih selama 2 bulan, terhitung sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan 28 Mei 2021. Dengan didampingi oleh dosen pembimbing Ibu Hairani Siregar S.Sos, M.SP.

Selama PKL berlangsung banyak kegiatan dilakukannya yang bermanfaat terlebih Latifah
menyandang gelar mahasiswa yang identik dengan agent of change. Mengawali hari pertama
PKL Latifah langsung diajak rapat mengenai program kerja bersama Bapak Kepala Dinas Sosial, Bapak Rudi Akmal Tambunan S.T, MAB. Selanjutnya Latifah membantu penginputan usulan masyarakat Deli Serdang yang ingin mendaftar KIP, KIS, PKH dan BPNT. Dimana selama Covid-19 melanda masyarakat yang membutuhkan bantuan begitu membludak karena
permasalahan perekonomian yang mereka alami. Selanjutnya Latifah juga ikut mengasesmen
dan memulangkan korban lansia terlantar di Kecamatan Lubuk Pakam yang sengaja dibuang
oleh anaknya. M

enyalurkan bantuan korban puting beliung di Kecamatan Galang. Mengasesmen anak korban orang tua yang mencoba bunuh diri di Kecamatan Tanjung Morawa . Membantu mencari anak hanyut di sungai ular Lubuk Pakam , ikut dalam pemulangan ODGJ di Tanjung Morawa. Mengasesmen tiga anak terlantar dan pemulangan kepada orang tua.

 Terakhir yaitu memasang poster mengenai pencegahan pelecehan seksual. Mengingat di masa pandemi kasus pelecehan seksual terus meningkat. Dari semua kasus diatas menunjukkan bahwa permasalahan di Indonesia semakin kompleks dan beragam dan membutuhkan perhatian dari pemerintah. Selain itu uluran tangan orang baik sangat
diharapkan bagi mereka yang membutuhkan. Mengingat di masa pandemi seperti ini masalah
baru terus bermunculan . 

Hal tersebut membuat Latifah merasa bersyukur karena masih diberi kehidupan yang layak ketika melihat langsung kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat. Selanjutnya selama PKL Latifah juga mempunyai seorang klien berinisial AM yang merupakan mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di Medan yang saat ini memasuki semester empat.

Dimana AM sedang merasa bosan dan stres. Sering bolos kuliah, jarang mengerjakan tugas,
kecanduan game online. Hal tersebut membuat AM banyak mengulang mata kuliah. Di sisi lain selalu muncul rasa kecemasan akan masa depannya jika terus hidup seperti itu. Namun
kecemasannya tidak diikuti dengan berbagai macam kegiatan yang positif yang dapat menunjang masa depannya. 

Hal tersebut membuat emosional AM tidak stabil dan sangat sensitif. Padahal sebelum covid-19 melanda AM termasuk mahasiswa yang produktif dan aktif berorganisasi. Namun seiring berjalannya waktu AM mulai menjauh dari teman-teman kampusnya dan tetangganya karena sibuk dengan game onlinenya.

Dalam penanganan masalah yang dialami oleh AM Latifah menggunakan teknik wawancara
untuk mengorek semua informasi dari AM. Latifah menggunakan metode social case work dari Zastrow yang berpendapat bahwa case work adalah suatu bentuk pertolongan kepada individu secara perorangan untuk mengatasi masalah sosial dan personal. 

Dalam metode ini melewati beberapa tahap intervensi, diantaranya yaitu :
1. Intake dan Contract : Dalam proses ini Latifah dan AM mulai berkenalan dan membuat
kesepakatan mengenai proses intervensi yang akan dilaksanakan serta lama waktunya.

2. Assessment : selanjutnya dalam tahap assessment Latifah mulai mengorek berbagai
informasi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh AM. Dalam tahap ini Latifah
dibantu tools case work ecomap untuk melihat bagaimana hubungan AM dengan
keluarga, teman kampus, teman rumah dan lainnya. Setelah diamati ternyata hubungan
AM dengan keluarga dan teman terlihat sangat renggang karena AM lebih banyak
menghabiskan waktunya dengan gadgetnya.

3. Perencanaan : selanjutnya Latifah membuat perencanaan untuk menyelesaikan
permasalahan AM berdasarkan masalah , akar masalah serta peluang yang dimiliki AM.
Latifah merencanakan intervensi dengan melihat keinginan AM untuk keluar dari fase
tersebut dan kembali menjadi AM yang seperti dulu.

4. Intervensi: selanjutnya dalam intervensi Latifah berusaha untuk membuat AM menjadi
produktif kembali , Latifah membuat to do list harian, mingguan dan bulanan serta target-
target yang harus diraih oleh AM. Seperti ibadah wajib di masjid untuk target harian.

Menyelesaikan satu buku bacaan dalam satu minggu. Dan mengikuti minimal dua
lomba nasional dalam satu bulan. Selain itu mengingat dahulu AM pernah mengikuti
kelas desain namun tidak selesai, Latifah mengadakan kelas desain untuk mengasah
kemampuannya di bidang desain. Mengingat di era digital seperti ini ilmu desain grafis
dan yang berbau teknologi lainnya sangat dibutuhkan. Selain intervensi diatas Latifah
juga memberikan motivasi dan berperan sebagai teman,.

5. Evaluasi: dalam tahap ini Latifah mengevaluasi intervensi yang dilakukan oleh AM,
melihat daftar to do list milik AM apakah berjalan sesuai target atau tidak. Melihat hasil
desain poster AM. Dimana daftar to do list aktivitas yang dibuat AM mengalami
kenaikan setiap harinya. Disisi lain AM memang sudah lumayan bosan dengan game
onlinenya, Sehingga cukup mudah untuk berbenah, hanya butuh bantuan motivasi dan
bimbingan.

Setelah proses-proses tersebut dilewati hasil yang di dapat Latifah adalah AM mulai
mengurangi game onlinenya, lebih prroduktif dan bisa mengontrol emosinya karena memiliki
teman cerita. Walaupun kecemasan pada dirinya belum sepenuhnya hilang. Selain itu AM
juga sudah bisa membuat poster dengan adobe photosop karena kelas desain yang dia ikuti
bersama Latifah. Ambisi Latifah untuk bermanfaat dimasa pandemi akhirnya bisa seditik
terealisasikan dan membuatnya lebih sadar untuk mensyukuri hidupnya.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini