-->

Bupati Tapsel: Genjot Sektor Pertanian, Solusi Pemulihan Ekonomi Di Tengah Pamdemi Covid-19

HARIAN9 author photo


 TAPSEL|H9
Bupati Tapanuli Selatan periode 2010-2015 dan 2016-2021 H. Syahrul M Pasaribu, SH mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak buruk bagi segala sektor usaha di dunia. Namun secara nasional masih ada dua sektor yang dapat diandalkan agar pertumbuhan ekonomi jangan turun sampai ketitik nadir, yakni sektor pertanian dan dan pertambangan (minerba).

Hal itu disampaikan Syahrul, saat menjadi narasumber di Mimbar Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan halal bi halal Kelompok Tani (Poktan) se Kabupaten Tapsel sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila  tahun 2021 di Gedung Serbaguna Desa Simaninggir, Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapsel, Selasa (1/6/2021).

Pada kegiatan tersebut, Syahrul M Pasaribu yang juga Pembina KTNA Tapsel membawakan materi berjudul 'Peran KTNA Dalam Mengurangi Dampak Pandemi Covid-19' menegaskan, yang patut kita syukuri, di sektor tersebut yakni pettanian dan pertambangan, dua-duanya ada di Kabuoaten Tapsel. Bahkan 75 persen warga Tapsel adalah petani dan investasi Tambang Emas Martabe yang dikelola PT. Agincourt Resources juga ada di Tapsel yakni di Kecamatan Batangtoru.

" Pertanian, merupakan sektor usaha yang tahan banting di tengah Pandemi, karena sektor ini tidak terlalu banyak bergantung pada sektor-sektor usaha yang terdampak Covid-19, seperti halnya bertani tanaman muda atau holtikultura. Budidayanya cuma butuh ketersediaan air, cuaca yang mengizinkan dan tidak ada hama. Sedangkan mengenai pupuk, tidak ada kimia bisa menggunakan organik dan di Tapsel, ada 212 desa yang hampir semuanya adalah desa pertanian. Hal ini juga yang menjadikan kenapa 75 persen warga Tapsel adalah petani, " terang Syahrul.

Pada sisi lain, Tambang Emas Martabe dalam kurun waktu empat tahun belakangan ini telah menjadi bagian sumber pendapatan daerah melalui royalti dan deviden serta pajak lainnya yang semua hasil tersebut untuk pembangunan Tapsel.

" Melalui mimbar ini, saya minta KTNA Tapsel mendorong seluruh petani kita agar lebih serius menekuni usahanya dan fokus pada peningkatan hasil komoditas pertaniannya dan sarasehan ini harus mampu melahirkan saran-saran atau pokok-pokok pikiran tentang strategi pembangunan pertanian untuk disampaikan ke Pemkab Tapsel, " katanya.

Ia menambahkan, saat ini harga komoditas pertanian khususnya untuk tanaman keras sedang membaik. Ia minta KTNA bersinergi dengan pemerintah untuk menggenjot sektor pertanian dalam rangka memulihkan perekonomian petani di tengah Pandemi dan KTNA juga dihara turut serta meyakinkan segenap masyarakat tentang perlunya menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam setiap aktifitas.

" Apalagi Pandemi Covid-19 akhir-akhir ini penyebarannya semakin meningkat, maka karena itulah pemerintah menerapkan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di seluruh Indonesia sejak dari tanggal 1 sampai 14 Juni 2021, " ucapnya.

Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Tapsel Hamdan Nasution selaku narasumber kedua di kegiatan ini mengatakan, infrastruktur pertanian yang dibangun Pemkab Tapsel kurun waktu 10 tahun terakhir telah mampu meningkatkan nilai tukar petani.

Hamdan yang mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tapsel mencontohkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jalan Produksi termasuk Jalan lainnya yang secara langsung telah mengurangi biaya angkut hasil komoditas pertanian.

Ada juga program pembangunan lainnya yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan Dana Desa yang dikolaborasikan untuk mendukung keberhasilan pertanian seperti irigasi desa,  embung dan penyedian Alsintan-Alat mesin pertanian.

" Harus kita akui, 10 tahun pak Syahrul Pasaribu menjabat Bupati Tapsel, program pembangunan yang dijalankan sudah pro terhadap pertanian. Meski belum sepenuhnya, petani  Tapsel sudah menjadi tuan di tanah sendir, " ucap Hamdan.

Hamdan juga mengulas tentang kualitas Kopi Sipirok yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Yakni dengan terbitnya sertifikat Indikasi Geokrafis (IG) yang tiga tahun terakhir ini produksi Kopi Sipirok sangat pesat peningkatannya.

" Namun hasil mentahnya yang masih berbentuk biji kopi murni sebagian besar dibawa ke Tapanuli Utara. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama, bagaimana agar ke depan semua kopi Sipirok bisa diolah sampai dengan sempurna dan bisa dijual ke pihak lain, " terangnya.

Melalui mimbar ini, Hamdan mengusulkan beberapa hal untuk diajukan KTNA ke Pemkab Tapsel. Antara lain penyamaan persepsi tentang budidaya komoditas antara Penyuluh Pertanian dengan Kelompok Tani.

" Penambahan alokasi anggaran dari Dana Desa untuk sektor pertanian. Pemenuhan ketersediaan pupuk bagi petani lewat berbagai upaya yang tidak melanggar aturan" tuturnya.

Sedangkan Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan menyebut Mimbar Sarasehan merupakan kegiatan rutin yang digelar minimal sekali dua tahun. Karena Pandemi, yang pesertanya dibatasi hanya Ketua, Sekretaris dan Bedahara dari 15 KTNA Kecamatan ditambah 14 orang pengurus Kabupaten dan Sarasehan KTNA Tapsel juga dilaksanakan dengan menerapkan Prokes sangat ketat yang diisi dialog peserta dengan narasumber.

“ Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi petani, membahas isu berkembang dan melahirkan strategi pembangunan pertanian untuk direkomendasi ke Pemkab Tapsel. Semoga dengan  strategi itu nantinya terwujud petani Tapsel yang sejahtera, " kata Juang. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini