Cegah Pandemi COVID-19, Mahasiswa IKS FISIP USU Memberikan Arahan Tentang Pentingnya Kebersihan

HARIAN9 author photo

 MEDAN| H9
Kegiatan Praktikum II yang dilaksanakan di Panti Asuhan Rapha-el di Perum
Simalingkar No. 4-6, Jl. Rotan Raya No. 9, Simalingkar A, Kec.Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20141 dengan Mahasiswa praktikan yaitu Juli Agus P Panjaitan (Nim : 160902029) dengan supervisior sekolah yaitu Ibu Dra. Berlianti, MSP. Kegiatan PKL II ini berlangsung dimulai dari pertengah bulan Maret 2021 sampai awal bulan Juni 2021. 

Panti ini menampung sekitar 20 anak-anak dan 15 remaja yang bersekolah mulai dari tingkatan SD-SMK dan dua pengasuh yaitu bapak dan ibu panti yang sering disebut dengan opung boru dan juga opung doli. Juli melakukan praktikum pada awal bulan Mei yaitu melakukan agenda perkenalan diri antara diri sendiri dengan seluruh anak panti juga kepada pihak pemilik panti. Juli melakukan sosialisasi tentang penting nya kebersihan untuk mencegah penularan Covid-19 juga guna untuk menjaga kesehatan anak-anak.

Dibulan april Juli melakukan agenda seperti mengajarkan pentingnya menggunakan
masker pada saat seperti ini sedang menghadapi covid-19 juga mencuci tangan dengan baik.
Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan wabah virus corona (Covid-19) yang
menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) semenjak Januari 2020 telah menyatakan dunia masuk kedalam darurat global terkait virus ini. Awalnya pandemi Covid-19 ini diamati di Provinsi Wuhan, Tiongkok hingga sekarang telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. 

Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) maka dari itu anak-anak panti asuhan Raphael di didik untuk menjaga kebersihan diri.

Selanjutnya dalam kegiaatan PKL Juli mengajak anak-anak untuk membersihkan tempat
tidur masing-masing anak. Setelah membersihkan tempat tidur tidak lupa juga untuk mencuci
tangan dengan menggunakan sabun. Juli juga membuat kelompok anak-anak untuk menguji
tingkat pendidikan setiap anak. Juli membuat kelompok mulai dari kls 2SD sampai dengan kls 6SD. 

Di dalam kelompok tersebut juli memberikan soal mulai dari penjumlahan, pengurangan
dan juga perkalian. Pada bulan suci Ramadhan juli melakukan kegiatan lomba mengwarnai dan sekaligus kebersihan pekarangan halaman panti. Di saat bulan suci Ramadhan ini saya Juli juga menyempatkan untuk megajar sekelompok anak panti yang belum dapat membaca dan mengennal huruf. Salah satu dari anak tersebut bernama Tiwi yang berasal dari Sibolga yang berumur 8 tahun bersama dengan adik nya yang bernama Gita yang berumur 6 Tahun. 

Bukan hanya itu saja juli juga mangajak anak-anak yang memiliki kemampun menari dan bernyanyi untuk semakin mendalami nya. Metode digunakan Juli dalam membantu kelompok tersebut yaitu metode groupwork, sesuai dengan model intervensi yang dibagi oleh Popple yaitu Community education (pendidikan komunitas). Adapun tahapan nya yaitu sebagai berikut:
1. Tahap persiapan: ditahap ini yang dilakukan mempersiapkan kelompok dan tujuan kelompok terbentuk.

2. Tahap Assesment: untuk mengetahui tujuan dari kelompokyang di bentuk maka dilakukan
assesment dengan mengunakan metode assesment Participatory Learning and Action (PLA)
sebagai metode pengindentifikasian masalah dan potensi komunitas. Dengan mengunakan teknik pemetaan partisipatoris (Participatory Mapping), teknik ini digunakan untuk membantu komunitas mengidentifikasikan di bagian mana saja lingkungan mereka yang bermasalah, serta potensi-potensi yang terkait dengan aset komunitas.

3. Tahap perencanaan: sebelum melakukan intervensi menentukan strategi intervensi yang dapat digunakan. Sesuai dengan program yang akan dikerjakan mengunakan pendekatan direktif, yaitu program yang dilakukan berdasarkan asumsi dari community worker , kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan lebih banyak berasal dari community worker tersebut.

4. Tahap intervensi: ditahap ini anak-anak yang belum dapat membaca akan diberikan sebuah
buku untuk diplajari lebih dalam lagi.

5. Tahap evaluasi: setelah dilakukan nya intervensi, untuk melihat hasilnya dilakukan nya latihan kepada anak-anak yang belum dapat membaca tersebut agar melihat hasil yang diperoleh setelah melakukan tahap belajar.

Dari kelima tahap yang telah dilakukan, akhirnya dengan mudah mengatasi setiap
permasalahan yang dihadapi setiap anak. Juli berharap setiap anak yang belum bisa membaca
dapat membaca sama seperti dengan teman yang lainnya.

Diakhir pertemuan prakikum pada awal bulan juni juli melakukan tahap perpisahan
dengan anak panti dan pemilik panti asuhan Raphael, disini Ibu Rusti Ritonga sebagai pemilik serta pengurus panti Raphael mengucapkan Terimakasih karena telah membantu anak yang tidak mengenal huruf dan anak yang belum bisa membaca. Ibu Rusti Ritonga berkata dengan kedatangan juli sangat membantu anak-anak panti dalam masa pandemic dimana sekolah masih ditutup dan belajar masih online.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini