Dinas P3A dan P2KB Paluta Adakan Pelayanan Pemasangan Kontap Gratis

HARIAN9 author photo

 

PALUTA|H9
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,  (P3A dan P2KB) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) gelar kegiatan program Keluarga Berencana (KB) pelayanan medis operasi wanita (MOW) atau pemasangan kontrasepsi mantap terhadap ratusan peserta kategori Pasangan Usia Subur (PUS) di RSUD Gunung Tua, Aek Haruaya, kecamatan Portibi, Kamis (17/06).

Kegiatan pemasangan Kontrasepsi mantap (Kontap) dengan  metode MOW yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wib ini dilakukan secara gratis dan dipantau oleh Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi didampingi Wabup Paluta H Hariro Harahap serta pelaksana tugas Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara Drs Sahidal Kastri MPd yang dihadiri ketua TP PKK Paluta Ny Ade Aan Rostiani Andar Harahap, Kepala Dinas P3A dan P2KB Hasbullah Harahap SSos, Direktur RSUD Paluta dr Anita Lubis, Polsek Padang Bolak serta petugas medis dari Dinas Kesehatan Paluta.

Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi saat melakukan pemantauan mengatakan bahwa program pemasangan alat kontrasepsi ini merupakan langkah Pemkab Paluta dalam mendukung program KB Nasional yang digalakkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Katanya, dengan mengikuti program KB yang digalakkan secara nasional oleh pemerintah RI, dapat meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga sehingga diharapkan agar masyarakat yang sudah berkeluarga dapat mengikuti program KB dengan baik demi kesejahteraan hidup.

Kepala Dinas P3A dan P2KB Hasbullah Harahap SSos mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pemasangan alat kontrasepsi secara massal dan gratis ini adalah langkah menyukseskan program untuk menahan laju pertumbuhan penduduk, serta mengurangi angka kematian ibu dan anak saat melahirkan. 

“Mengurangi resiko kematian ibu melahirkan serta mendukung program pemerintah pusat yakni program KB Nasional," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dikatakannya, kontrasepsi mantap (kontap) MOW ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Secara umum keuntungannya adalah lebih aman karena keluhan lebih sedikit dibanding alat kontrasepsi lainnya, lebih praktis karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja, lebih efektif karena tingkat kegagalannya sangat kecil serta lebih ekonomis karena memerlukan biaya untuk satu kali tindakan saja. Sedangkan kerugiannya hanya bersifat jangka pendek yaitu rasa sakit dan tidak nyaman pasca operasi.

Karena itu ia berharap, dengan program pelayanan ini, masyarakat semakin sadar akan kebutuhan keluarga sejahtera dan pemerintah juga menganjurkan agar dua anak lebih baik sesuai program KB, sehingga keluarga akan lebih sejahtera.

Terpisah, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dewi Maslima Siregar SKM menyebutkan bahwa kegiatan hari ini merupakan pemasangan alat kontrasepsi hanya berupa medis operasi wanita (MOW) atau kontap dilakukan secara gratis terhadap ratusan pasangan usia subur (PUS).

dan sengaja dilakukan di rumah sakit, sebab di rumah sakit lebih steril dan dilakukan oleh ahlinya. 

"Pemasangan alat kontrasepsi ini dalam bentuk steril wanita (MOW) atau Kontap tanpa dipungut biaya dilakukan terhadap peserta kategori pasangan usia subur (PUS)," ujarnya.

Dikatakannya, secara umum setiap calon peserta harus secara sukarela tanpa paksaan menerima pelayanan KB dengan metode MOW, memiliki minimal 2 anak dan tidak mempunyai anak di bawah lima tahun (balita) serta harus dalam kondisi sehat dengan terlebih dahulu diperiksa di Puskesmas atau Rumah Sakit.

Kemudian, pelayanan KB metode MOW juga tidak diperuntukkan bagi wanita hamil atau sudah terdeteksi kehamilannya, penderita tekanan darah tinggi, penderita diabetes, penderita penyakit jantung, penderita penyakit paru-paru, penderita hernia, penderita anemia berat dan yang terakhir yang belum memberikan persetujuan secara tertulis.

“Pelaksanaan pelayanan ini kita jadwalkan berlangsung selama 7 hari kedepan dengan harapan pelaksanaan kegiatan pemasangan alat kontrasepsi berupa Kontap ini dapat menekan laju pertumbuhan penduduk serta menekan angka kematian ibu melahirkan khususnya di daerah Kabupaten Paluta,” harapnya.

Selain melakukan pemasangan alat kontrasepsi, panitia juga terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan serta pengarahan dan konseling kepada para ibu-ibu peserta KB tentang hal yang berkaitan dengan fungsi, manfaat dan tujuan program KB. (WD009)

Komentar Anda

Berita Terkini