Kegiatan Praktikum Terhenti Karena COVID-19 Mahasiswa FISIP USU Sempat Membantu Anak Kesulitan Membaca

HARIAN9 author photo

 MEDAN| H9
Kegiatan praktikum 1 oleh Tasya Tria Nurjanah sebagai mahasiswi Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan supervisor sekolah ibu Malida Putri, S.sos, M.Kessos selama satu semester. Mahasiswi tersebut melaksanakan praktikum 1 di Yayasan KKSP pusat pemberdayaan perempuan dan informasi hak anak. Praktikum 1 ini berlangsung pada pertengahan bulan Maret hingga akhir Mei 2021.

Pada pertengahan bulan Maret Tasya sebagai mahasiswi yang praktikum di Yayasan KKSP
mengunjungi kantor yayasan KKSP yang berlokasi di Jl. Stella lll Simpang Selayang kota
Medan, dengan tujuan bertemu kepala yayasan yaitu bapak Syamsul. Mahasiswi tersebut
menjelaskan mengenai tujuan pelaksanaaan praktikum. Dari itu Pak Syamsul mengarahkan
mahasiswi yang ingin berpraktikum kepada Kak Ami sebagai staff Financial dan kak Ammi
tersebut mengarahkan untuk berpraktikum di Gang perwira Sei mati Medan Maimun.

Pada awal pelaksanaan praktikum di Gang perwira Mahasiswi tersebut melakukan
pendekatan diri kepada kepala lingkungan serta anak-anak yang berada di Gang perwira
tersebut. Tasya mengatakan anak-anak disana berkisar 30 kurang lebih mulai dari TK hingga
SMP. Pendekatan yang Tasya lakukan terhadap anak-anak di gang perwira tersebut dengan
memperkenalkan diri juga menanyakan aktivitas mereka selama belajar melalui daring. “kak,
kami bosen belajar terus tugas yang diberikan sama guru juga banyak.” Ucap salah satu anak.

Maka dari itu Tasya memiliki inisiatif untuk menghilangkan kejenuhan anak-anak belajar
melalui daring yaitu belajar sambil bermain, menggambar yang pada umumnya digemari oleh
banyak anak, serta membantu mereka mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka di
sekolah.

Tak hanya itu Tasya serta teman praktikum yang lain juga memberikan informasi tentang
kebersihan lingkungan melalui poster serta menerapkan prokes dengan 3M (Mencuci tangan,
Memakai masker, Menjaga jarak). Di sini Tasya dan teman yang lain memberikan masker
dan memberitahu cara mencuci tangan dengan benar.
Pada bulan April yayasan KKSP yang di bantu oleh mahasiswi praktikum dan ibu-ibu di
Gang perwira melaksanakan suatu kegiatan dan kegiatan itu dinamakan “ Sekolah
Ramadhan” di sekolah Ramadhan ini Tasya dan teman praktikum yang lain melakukan
kegiatan yang bernuansa Ramadan seperti bersholawat, membaca Quran juga diselingi

dengan kuis yang berhadiah dengan tujuan agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan
kegiatan sekolah Ramadhan tersebut. Dan di akhiri dengan berbuka puasa bersama-sama
Di samping itu Tasya sebagai mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU yang
melaksanakan praktikum juga menemukan suatu masalah pada salah satu anak di Gang
perwira yang bernama Gina. Gina merupakan salah satu anak yang memiliki masalah dimana
ia sulit untuk membaca, sementara Gina sudah duduk di bangku SD kelas 4 dan saat ini
menginjak ke kelas 5.

Dengan begitu dalam kesempatan kali ini Tasya mencoba membantu Gina untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan menggunakan metode casework oleh
Zastrow dan di antaranya sebagai berikut;
1. Intake and Contrack
2. Assesment
3. Planning
4. Intervensi
5. Evaluasi

Pada Intake and contrack ini berisi tentang pengenalan dan kesepakatan selama proses
intervensi dilaksanakan. Selanjutnya masuk ke tahap asesment, berdasarkan hasil assesment
yang di lakukan menunjukkan bahwa Gina yang sulit membaca dikarenakan orang tua yang
sibuk mengurus adik-adiknya hingga Gina harus mandiri untuk belajar sendiri, karena disini
Gina merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara. Tahap selanjutnya planning, pada tahap ini
Tasya memiliki strategi yaitu Tasya mengajarkan membaca kepada Gina secara perlahan agar
mudah dipahami oleh Gina, serta Tasya menyuruh Gina untuk menulis sepatah dua kata lalu
dibaca apa yang ia tuliskan. Dan juga Tasya memberikan sebuah buku belajar membaca
beserta sedikit hadiah sebagai penyemangat Gina dalam membaca.

Selanjutnya masuk ke tahap intervensi, dilihat dari planning yang di rangkai oleh mahasiswi
tersebut, ia mengimplementasikan kepada kliennya di mana kliennya sudah mengenal huruf
namun kesulitan untuk membaca kata-kata yang sedikit panjang, maka dari itu Tasya
memberikan sebuah buku belajar membaca dengan tujuan menambah semangat baca pada si
klien. Dapatkah ia lihat ada sedikit perubahan pada Gina yang awalnya sama sekali sulit
untuk membaca, pada tahap intervensi ini sudah ada kemajuan sedikit.

Namun untuk melakukan kelanjutannya pada tahap evaluasi Tasya dan teman yang lain
mendapatkan informasi bahwasanya kepala lingkungan memberhentikan mahasiswa
melaksanakan praktikum dengan alasan merebaknya wabah Covid-19 di daerah Sei Mati.
Salah satu cara cepat untuk memutuskan rantai penyebaran wabah Covid-19 ini dengan
berdiam diri dirumah. Maka dari itu untuk tahap evaluasi dan terminasi tidak dapat terlaksana sehingga tidak dapat melihat perkembangan yang mendalam pada Gina sebagai klien mahasiswi tersebut.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini