Kiprah Mahasiswa IKS Fisip USU Bersama Human Initiative di Bidang Kemanusiaan

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Di masa pandemi covid-19 ini seluruh aspek kehidupan mengalami hambatan, mulai dari ekonomi , pariwisata ,olahraga , tak terkecuali sektor pendidikan, yang membuat kegiatan mahasiswa menjadi terhambat. Namun tentunya pandemic covid-19 ini tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melaksanakan peran nya sebagai agent of change. Salah satunya adalah Aginta Lukas P. Bangun yang merupakan mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial
fisip usu yang saat ini melaksanakan kegiatan Praktik kerja lapangan ( PKL ) di salah satu lembaga non governmental organization ( NGO ) yang bergerak dalam bidang kemanusian, bencana dan kemandirian masyarakat yang bernama HUMAN INITIATIVE SUMUT yang 
terletak di jl. Kenanga Raya , kel. Tanjung Sari , kec. Medan Selayang, kota Medan.

Dalam kegiatan PKL yang berlangsung sejak bulan maret 2021 hingga bulan juni 2021 ini ,
aginta berterima kasih kepada ibu Malida Putri S.SOS, M.KESSOS selaku supervisor sekolah
, bapak Rahmad Shidiq selaku supervisor lembaga dan tentunya bapak Fajar Utama Ritonga
S.SOS , M KESOS selaku dosen mata kuliah praktik kerja lapangan 1 atas bimbingannya dalam pelaksanaan PKL ini.

Kegiatan pkl ini diawali dengan penandatangan kontrak pkl dan pengenalan lembaga human
initiative yang langsung di sampaikan oleh bapak Zulhidayat selaku kepala cabang dari human
initiative sumut.
‘’ ini merupakan kali pertama mahasiswa usu melaksanakan kegiatan pkl di human
initiative , saya berharap kita dapat berkolaborasi dan kalian dapat memaksimalkan
kegiatan pkl ini ‘’ ungkap bapak zulhidayat.

Dari berbagai kegiatan Aginta di human initiative beberapa dianatranya adalah melakukan
inventarisasi peralatan kantor bersama bapak shidiq selaku supervisor lembaga, dan karena saat itu sudah berdekatan dengan bulan puasa , human initiative mulai mempersiapkan program untuk di bulan Ramadan, dimana Aginta mengambil bagian dalam mempersiapkan
penggalangan donasi dengan membuat stan penggalangan dana, pembagian brosur dan proposal program, dan melakukan audiensi ke kelurahan setempat dalam pendataan warga yang kurang mampu. Dan saat bulan Ramadan tiba Aginta bersama pihak Human Initiative melakukan beberapa penyaluran bantuan berupa pembagian nasi kotak untuk berbuka kepada lembaga Persatuan Tuna Netra Indonesia ( pertuni ) dan juga kepada saudara kita pengungsi muslim rohingya yang berada di hotel top in di tanjung selamat.

Dan di tengah kegiatan PKL Aginta juga membuat sebuah poster mengenai edukasi vaksinasi,
karena masih banyak masyarakat yang takut bahkan belum mengetahui apa itu vaksinasi, dan
juga selaras dengan program pemerintah yaitu pensuksesan vaksinasi. kegiatan penempelan
poster ini dilakukan aginta di kelurahan tanjung sari , kecamatan medan selayang yang
berdampingan dengan puskesmas, dengan harapan semoga banyak masyarakat yang melihat dan memahami pentingnya vaksinasi di tengah pandemic covid-19 ini.

Selain melakukan kegiatan pkl , Aginta juga melaksanakan mini proyek , dalam rangka
menerapkan praktik pekerja sosial di level mikro dengan menangani individu maupun keluarga dengan metode case work. Dalam pelaksaan mini proyek ini Aginta memilih salah satu anak yang berada di panti pintu harapan yang terletak di jalan danau sipinggan , kelurahan sei agul , kecamatan medan barat. setelah melihat data diri dan permasalahan yang ada pada anak anak panti ini , aginta tertarik menangani salah satu anak yang berinisial JW , yang sudah berumur 11 tahun tapi karena mengelami permasalahan di keluarga , sehingga mengakibatkan JW ini tertinggal dalam hal membaca dan berhitung untuk anak seusianya, dan juga karna data data diri yang dimilikinya belum lengkap , sampai saat ini JW belum bisa sekolah , yang mengakibatkan ia terhenti di kelas 4 sd.  Karena hal ini juga JW menjadi tidak percaya diri dan kehilangan motivasi nya dalam belajar .

Untuk itu dalam mini proyek ini Aginta ingin meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan
dari JW , untuk itu dalam tahapan intervensi ini, ia menggunakan metode case work dari
skidmore ,thackeras dan Farley (1994) yang terbagi menjadi empat tahap , meliputi :
1. Tahap penelitian ( study phase )
Tahap ini merupakan tahap penjajakan awal ( engagement ) pada tahap ini Aginta mencoba
membangun komunikasi yang baik bersama JW , dan tentunya pada tahap ini ia di bantu oleh
pihak panti dalam menyediakan data diri dari JW dan menjelaskan mengenai konsep mini
proyek kepada pihak panti. Dalam masa penjajakan awal ini , JW terlihat sangat gugup dan
sangat tertutup sekali, bahkan banyak pertanyaan yang dilontarkan tidak dijawab.

2. Tahap pengkajian ( assessment )
Tahap assessment ini merupakan proses pengumpulan dan analisis data dalam tujuan memahami masalah yang di alami klien. Dan tentunya pada tahap ini Aginta menganalis penyebab hilangnya kepercayan diri dan tidak adanya motivasi belajar dari JW. Dalam menganalis permasalahan ini menggunakan tools napoleon hils, agar dapat mengetahui rencana kedepan dan cita cita dari JW , dari tools ini Aginta dapat menyimpulkan bahwa salah satu penyebab JW kehilangan motivasi belajar adalah , karena ia masih belum mengerti apa itu cita cita, namun setelah berdiskusi mengenai apa yang ia sukai , saat ini ia memutuskan bahwa cita citanya adalah menjadi pemain bola. Dan juga pada tahap ini Aginta juga mencoba menggali potensi apa yang dapat dikembangkan dari JW. Dan dalam tahap ini karena JW sangat gugup dan tertutup pada sesi wawancara saya berinisiatif mengajak teman terdekatnya di panti untuk ikut dalam sesi wawancara.

3. Tahap intervensi
Intervensi adalah perubahan secara terencana, pada tahap ini terdapat bagain dari perencanan program dan pelaksaan program , dan dalam tahap intervensi ini , Aginta terus melatih JW untuk terus berlatih menulis dan membaca, disini ia meyakinkan bahwa untuk menjadi pemain bola yang hebat harus pintar membaca dan menulis.

- Perencanaan program ; dalam perencaan program ini keberadaan klien harus dilibatkan ,
disini Aginta menekankan bahwa yang dapat mengatasi masalah nya adalah JW sendiri,
jadi di tahap ini kami merancang untuk meningkatkan kemampuan baca dan berhitung
jw , setiap pertemuan saya akan memberikan soal latihan, dan melibatkan teman dari
JW untuk menemani dan mengajarinya berlatih membaca dan berhitung.

- Pelaksanaan program : dalam pelaksaan program ini , disetiap pertemuannya kami selalu
berlatih membaca, menulis dan berhitung , dan bila di akhir pertemuan, Aginta selalu
memberi tugas untuk JW berlatih. Pada tahap ini Aginta juga membelikan peralatan
belajar pada JW seperti buku, pulpen , pensil dan penghapus agar ia semakin semangat
belajar. Dan setelah dianalisa , potensi yang bisa di kembangkan oleh JW adalah
menggambar, maka dari itu Aginta juga menggunakan teori punishment dan reward
dalam pelaksanaan program ini, jadi jika JW berhasil mengerjakan tugas yang diberikan
sebelumnya , ia akan dibawakan pensil warna dan buku gambar, karena JW senang
menggambar ia selalu mengerjakan tugasnya dan selalu menerima hadiah sehingga ia
tidak pernah menerima hukuman

4. Terminasi
Pada tahap ini Aginta menghentikan proses intervensi dengan JW karena dilihat progress dari
jw sangat significant dan untuk menghindari ketergantungan dari JW. Jadi dari mini proyek ini ada banyak perubahan yang saya lihat dari jw , meliputi :

- Sudah lancar membaca dan berhitung
-  Berkomuniskasi dengan saya dan teman teman nya di panti lebih sering dari
biasanya.
- Motivasi belajarnya meningkat kembali karena ia sudah memiliki cita cita yang
harus di capai
- Memiliki keingingan untuk kembali sekolah secapatnya.

Dan diakhir program ini Aginta bersama teman PKL lainnya membuat acara syukuran karena
kegiatan pkl sudah berjalan lancar dengan memberikan sumbangan berupa sembako kepada
pihak panti dan hadiah untuk anak anak panti termasuk untuk JW.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini